Kubu Rizal Djalil meminta KPK membuka rekening korban pemblokiran yang tidak bersalah

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bahwa tim hukum terdakwa mantan anggota BPK RI Rizal Djalil meminta KPK membuka rekening orang tak bersalah yang menjadi korban pemblokiran.

Kuasa hukum Rizal Djalil, Soesilo Aribowo, mengatakan pemblokiran rekening atas nama orang lain oleh jaksa KPK tidak ada kaitan atau relevansinya dengan kliennya.

Hal tersebut disampaikannya dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jaringan Distribusi Utama Sistem Penyediaan Air Minum (JDU SPAM IKK) ibu kota Kecamatan Hungaria paket 2 di Kementerian PUPR, di Gedung Tindak Pidana Korupsi. MK, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

“Memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia atau Komisi Pemberantasan Korupsi Indonesia, Jaksa Penuntut Umum di KPK segera mengajukan permohonan pembukaan atau penyitaan rekening bank dan deposito yang tidak ada kaitannya dengan perkara ini,” kata Soesilo membaca. duplikat pada replikasi jaksa penuntut.

Pemblokiran rekening tersebut antara lain atas nama Dipo Nurhadi Ilham di Bank BCA, Bank BNI, Bank Cimb Niaga, Bank Mandiri, Bank BTN, dan deposito.

Baca juga: Kuasa Hukum Rizal Djalil Meminta Kliennya Disajikan Langsung Dalam Sidang Nota Pembela

Dia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi segera mengajukan pemblokiran atau penyitaan rekening.

Dalam rangkap dua, kubu Rizal Djalil menolak dan keberatan dengan tanggapan jaksa. Pasalnya, banyak pertanyaan dalam dakwaan yang tidak bisa dijawab jaksa melalui dakwaannya.

“Dengan tegas menolak dan keberatan atas replikasi atau tanggapan JPU. Karena masih banyak hal yang belum terjawab dalam penuntutan a quo,” ujarnya.

Surat dakwaan JPU, baik dakwaan pertama maupun dakwaan kedua, juga dinilai tidak mampu membuktikan secara sah dan meyakinkan menurut undang-undang bahwa kliennya melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan.




Source