Kuota Jalur Prestasi Dinaikkan jadi 15%, Jalur Zonasi jadi 80%

    Sumbawa Besar, Gaung NTB – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, merevisi sejumlah item dalam Petunjuk Tehnis (Junis) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2019/2020. Item yang direvisi ini adalah persentase kuota untuk tiga jalur yang ditawarkan dalam PPDB, yakni jalur zonasi, jalur prestasi serta jalur perpindahan.

    Untuk jalur zonasi seperti disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, H Sahril, SPd, dulunya kuota yang disediakan sebanyak 10%, tapi kini dinaikkan menjadi 80%. Perubahan persentase kuota juga terjadi untuk jalur prestasi yang semula hanya diberikan jatah 5% sekarang menjadi 15%. “Kalau jalur perpindahan, kuotanya masih sama, tetap 5%,” sebutnya.

    Dinaikkan persentase kuota untuk jalur prestasi ini kata Haji Sahril, dimaksudkan supaya penyebaran siswa berprestasi merata untuk semua sekolah. Ini juga merupakan salah satu upaya Dinas Dikbud, menanggalkan istilah sekolah unggulan. “Siswa berprestasi di Sumbawa ini, jumlahnya cukup banyak. Kalau persentase jalur prestasi ini kita naikkan, maka peluang mereka untuk bersaing merebut kursi PPDB makin besar, baik itu secara akademik maupun non akademik,” ujarnya.

    Sementara dinaikkannya persentase jalur zonasi, sambungnya, karena Dinas Dikbud Sumbawa, ingin calon siswa yang berada di sekitar lingkungan dapat terserap dengan baik.

    Terhadap revisi PPDB ini, ia berharap pihak sekolah tidak bersikap kaku dalam menjalankan atau menerapkannya. Kebutuhan di lapangan juga harus dilihat.

    Dalam hal PPDB ini, Dinas Dikbud, kata dia, menekankan jangan sampai ada anak-anak yang tidak bersekolah hanya gara-gara PPDB. “Akses anak-anak untuk mengenyam pendidikan harus dibuka seluas-luasnya. Revisi PPDB ini sudah kita sosialisasikan ke semua sekolah,” kata Haji Sahril.
    Lebih lanjut Haji Sahril, mengatakan sejak PPDB dibuka semuanya berjalan aman terkendali. Masalah diakuinya, tetaplah ada, tapi itu semua bisa diatasi dengan baik.

    Lebih lanjut Haji Sahril mengatakan, sesuai perbup dan juknis Dikbud, ketika ada sekolah saat pendaftaran gelombang pertama yang dibuka dari tanggal 1—5 Juli, masih belum memenuhi kuta yang ditentukan, maka dapat membuka pendaftaran gelombang kedua dari tanggal 8—9 Juli. “Walaupun pendaftaran gelombang kedua ini sudah ditutup, tapi jika masih memungkinkan sekolah dapat menerima calon siswa baru, dengan catata ruang kelasnya masih ada, silakan, kita tidak larang. Intinya, Dinas Dikbud, tidak ingin ada anak yang tidak bersekolah,” pungkasnya.