KURIR PENYELUNDUP SHABU KE LAPAS DITAHAN JAKSA

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Seorang lelaki wiraswasta berinitial Smd (50) yang beralamat di Gang Teratai Jalan Hasanuddin Kelurahan Bugis Sumbawa Besar, kemarin dijebloskan kedalam sel tahanan hotel prodeo Rutan Lapas Sumbawa selama 20 hari kedepan dalam status tahanan jaksa, menyusul berkas perkara tahap kedua atas kasus tindak pidana penyelundupan barang haram narkoba jenis shabu kedalam Lapas Sumbawa yang membelitnya setelah sebelumnya dinyatakan lengkap disertai pengiriman tersangka dan barang bukti dilimpahkan penyidik Reskrim Polres Sumbawa kepada pihak Kejaksaan, guna ditindaklanjuti proses hukumnya ke Pengadilan sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
Prosesi penyerahan berkas perkara disertai tersangka dan sejumlah barang bukti dilakukan penyidik Kepolisian kepada tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa diwakili Jaksa Agus Widiyono SH MH, dan usai tersangka Smd diperiksa ulang oleh Jaksa, tersangka langsung ditahan serta dibawa dan digiring menuju hotel prodeo Rutan Lapas Sumbawa dalam status tahanan jaksa, dimana penahanan terhadap tersangka dilakukan untuk memudahkan penanganan proses hukum selanjutnya terang Kasi Pidum Kejari Sumbawa Jaksa Lalu Mohamad Rasyidi SH kepada Gaung NTB kemarin, dan setelah rencana dakwaannya (Rendak) tuntas maka secepatnya perkara narkotika itu segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sumbawa untuk disidangkan dan diadili sesuai aturan hukum yang berlaku, tukasnya.
Sesuai dengan BAP yang dibuat penyidik Kepolisian sambung Jaksa Agus Widiyono SH MH, kronologis kasus tindak pidana narkotika yang melibatkan tersangka lelaki Smd itu terjadi pada hari Selasa 12 Juni 2018 lalu sekitar pukul 17.15 Wita bertempat di TKP ruang piket jaga Rutan Lembaga Pemasyarakatan Sumbawa, yakni pelaku telah dengan sengaja memasukkan narkotika jenis shabu sebanyak 3 pocket dengan berat kotor 3,98 gram kedalam makanan ote-ote (bakwan) yang rencananya akan diberikan kepada seorang tahanan saat jam bezuk, sehingga tanpa ampun saat sejumlah barang bawaan pengunjung diperiksa dan diteliti secara seksama dan cermat, ternyata ditemukan barang haram Shabu itu tersimpan didalam makanan tersebut, dan pelaku langsung diamankan dan diserahkan kepada pihak Kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Dari hasil investigasi yang dilakukan, ternyata tersangka mau menjadi kurir untuk mengantar shabu kepada seorang tahanan yang memesannya itu, semata-mata hanya karena tergiur pembayaran upah jasa sebesar Rp 600.000, namun tak menyangka kalau perbuatannya itu berhasil terungkap berkat kejelian dan kewaspadaan dari petugas piket jaga Lapas Sumbawa, dan atas perbuatan tindak pidana yang dilakukan tersangka itu dikenai dengan jeratan pelanggaran pasal pidana berlapis yakni Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 114 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana badan dan denda yang cukup berat.