Lakukan Razia Gabungan, Timgab Temukan 3 Pengguna Narkoba Jenis Sabu di Kos-kosan

    Sumbawa Besar, Gaung NTB
    Tim Gabungan (Timgab) yang terdiri dari Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat (NTB), Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Sumbawa, Polres Kabupaten Sumbawa, Polisi Militer (PM) Kabupaten Sumbawa dan Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Kabupaten Sumbawa melakukan Razia Gabungan, Rabu (29/11) sekitar pukul 11.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita di beberapa lokasi kos-kosan yang berada di lingkungan Kabupaten Sumbawa. Kos-kosan tersebut terdiri dari 5 lokasi yaitu kos-kosan yang berada pada lingkungan kelurahan Brang Biji, lingkungan kelurahan Lempeh, lingkungan BTN Olat Rarang, lingkungan PPN Bukit Indah serta lingkungan Labuhan Sumbawa. Hasilnya sebanyak 3 orang dinyatakan positif menggunakan narkoba berjenis sabu-sabu. Hal ini diungkapkan Kepala BNNK Sumbawa AKBP Syirajuddin Mahmud kepada Gaung NTB, Kamis (30/11) di ruang kerjanya.
    Menurutnya, kegiatan tersebut adalah upaya untuk mengantisipasi peredaran gelap narkoba serta penyalahgunaan narkoba yang kian marak menjelang akhir tahun ini. Kegiatan tersebut dilakukan Rabu (29/11) sekitar pukul 11.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita di 5 lokasi kos-kosan tersebut. Pada proses kegiatan itu, Jelas Syirajuddin Mahmud dilakukan pemeriksaan di dalam ruangan kos dan sekaligus dilakukan tes urine bagi penghuni kos. Untuk diketahui katanya jumlah orang yang diperiksa dan sekaligus dilakukan tes urine hampir mencapai ratusan. Hasilnya sebanyak 3 orang ditemukan positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. Ketiga orang tersebut terdiri dari 2 orang yang berasal dari kos-kosan yang berada di Kelurahan Brang Biji dan 1 orang yang berasal dari kos-kosan yang berada di lingkungan PPN Bukit Indah.
    Ketiga orang tersebut lanjut mantan kapolsek Alas ini, nantinya akan dilakukan rehabilitasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa ketika mereka sudah melakukan wajib lapor kepada pihaknya terlebih dahulu. Hal ini kata AKBP Mahmud-kerap ia disapa sudah ada dasar hukumnya , sebab menurut UUD No 35 Tahun 2009 pasal 54 yang berbunyi bahwa pecandu narkoba wajib dilakukan rehabilitasi, sehingga pihaknya mengikuti aturan hukum tersebut.
    “ ketika sudah wajib lapor baru kami rehabilitasi di RSUD guna menyelamatkan orang-orang tersebut” ujarnya
    AKBP Mahmud juga menambahkan bahwa kegiatan Razia Gabungan tersebut sangat diantusias oleh orang-orang pada kos-kosan tersebut. Terlebih lagi pemilik kos-kosan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia juga menekankan kepada pemilik kos bahwa jangan menerima orang secara sembarangan sebab sudah banyak orang yang tinggal di kos-kosan yang merupakan pengedar narkoba.
    “ pengedar narkoba sekarang ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk menagkapnya, tentu kami disini juga memerlukan bantuan dari masyarakat sekalian, jika bukan kita siapa lagi yang akan meneyelamatkan bangsa ini” tandas AKBP Mahmud.