Larangan Dosa di Bulan Muharram

    Manusia diharamkan untuk berbuat dosa di bulan Muharram.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Allah SWT menjadikan empat bulan dari 12 bulan sebagai bulan yang diharamkan. Dalam empat bulan tersebut, orang yang beriman kepada Allah dilarang berbuat dosa.

    “Larangan menganiaya atau melakukan dosa di empat bulan tidak berarti di bulan-bulan yang tersisa dosa bisa dilakukan. Tidak!,” tulis Prof Quraish Shihab dalam tafsirnya. AlMisbah.

    Prof. Quraish Shihab mengatakan, yang dimaksud adalah penekanan khusus pada empat bulan, karena keduanya merupakan bulan-bulan ibadah lagi agung di sisi Allah swt. Karena itu, beribadah pada masa-masa tersebut berdampak positif dan mengundang banyak pahala.

    “Demikian pula, di sisi lain, dosa menyebabkan murka yang besar,” katanya.

    Prof Quraish Shihab mengatakan, larangan menganiaya dan berbuat dosa tentu termasuk menganiaya pihak lain. Bahwa ayat ini menggunakan kata “anfusakum” untuk menyiratkan kesatuan umat manusia, yaitu menganiaya orang lain sama dengan menganiaya diri sendiri.

    “Ayat ini menetapkan bahwa Allah telah menjadikan empat bulan dalam setahun haram-buljin bulan,” katanya.

    Prof Quraish mengatakan, kehormatan dan keagungan yang disandang oleh waktu dan tempat pada dasarnya sama dengan kehormatan dan keagungan yang disandang oleh manusia. Jika manusia memiliki kehormatan karena banyaknya kebaikan yang lahir darinya, seperti keimanan yang ikhlas dan akhlak yang mulia.

    “Jadi tempat dan waktu juga mendapat keagungan dan kehormatan,” ujarnya.

    Karena di tempat atau waktu itu, banyak kebaikan yang bisa lahir dan pahala yang melimpah. Pada saat dan tempat itu Tuhan membuka peluang besar untuk mendapatkan kasih karunia-Nya dan melipatgandakan pahala.

    Sholat di Masjidil Haram, misalnya, pahalanya seratus ribu kali lipat dibandingkan tempat lain. Sedangkan di Masjid Nabawi pahalanya hanya sepuluh ribu kali, atau seribu kali dalam riwayat lainnya.

    Ada satu malam di bulan Ramadhan yaitu Lailatul Qadar dimana pahala amal kebaikannya sama dengan pahala yang diterima orang-orang yang lalu selama seribu bulan. Dan seterusnya.



    https://www.republika.co.id/berita/qxeln0430/larangan-berbuat-dosa-di-bulan-muharram