Layanan Internet Net1 Diblokir, Kominfo Tegur Sampoerna Telecommunications Penuhi Hak Pelanggan

Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, layanan internet broadband milo Net1 telah dihentikan sementara sejak 22 Juni 2021.

Hal ini merupakan dampak dari tunggakan Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio (BHP) Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR) sebesar Rp 442 miliar yang belum lunas. Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia memprioritaskan hak-hak pelanggannya menyusul penghentian sementara layanan internet Net1.

“Kemenkominfo menegaskan PT Sampoerna Telekomunikasi harus mengutamakan dan memastikan hak-hak seluruh pelanggan tidak dilanggar dan melaksanakan kepatuhan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi, dalam keterangan pers, Jumat (25/6/2021).

Kominfo sendiri telah menerima surat tertanggal 22 Juni kemarin dari Sampoerna Telekomunikasi Indonesia yang mengabarkan bahwa layanan mereka dihentikan sementara sejak tanggal tersebut.

Net1 sendiri melalui website resminya telah mengabarkan bahwa layanan internet Net1 sedang mengalami masalah. Pengumuman tersebut tercantum dalam situs pop up net1.co.id di halaman depan.

Baca juga: Kominfo Kembali Tegur Sampoerna Telekomunikasi, Segera Lunasi Tunggakan Izin Pita Frekuensi

“Informasi Masalah Teknis. Pelanggan Net1 yang terhormat, saat ini kami sedang mengalami masalah teknis yang akan mempengaruhi layanan internet Anda di rumah. Sebagai bentuk komitmen kami kepada pelanggan, kami akan memberikan kompensasi berupa refund/pengembalian dana paket terakhir Anda dibeli dan masih aktif. Untuk informasi refund, klik tombol di bawah ini,”

Begitulah isi pengumuman di situs pop up Net1.co.id.

Baca juga: Izin Pita Frekuensi Tertunda, Berapa Denda Sampoerna Telekomunikasi yang Ditagih Kominfo?

Net1 juga berjanji akan mengembalikan dana atau refund kepada pelanggan yang terkena masalah ini. Net1 juga berjanji bahwa layanan akan kembali normal sebelum 31 Juli.

Layanan Net1 sendiri telah menjangkau 28 provinsi di Indonesia, dengan total 334.473 pelanggan. Perusahaan menggelar jaringan selular bergerak di pita frekuensi 450MHz.

Baca juga: Telkomsel Perkenalkan nGage, Layanan Komunikasi Korporat Berbasis Cloud

Sementara itu, pada 11 Juni, Kominfo mengirimkan surat peringatan kedua karena perusahaan belum membayar Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio untuk Izin Pita Frekuensi Radio (BHP IPFR).

“Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mengevaluasi penghentian pemanfaatan PT STI Resources. Evaluasi tersebut meliputi evaluasi pemberian Izin Spektrum Frekuensi Radio, penomoran, dan hak lainnya dalam rangka penyelenggaraan telekomunikasi,” kata Dedy dalam keterangannya. saat Kominfo mengirimkan surat terkait RUU Izin BHP IPFR. beberapa waktu lalu.



https://www.tribunnews.com/techno/2021/06/25/layanan-internet-net1-diblokir-kominfo-tegur-sampoerna-telekomunikasi-agar-penuhi-hak-pelanggan