Layanan Kesehatan di India Hampir Runtuh Diserang Covid-19 Gelombang Kedua, Pejabat: Seperti Tsunami

TRIBUNNEWS.COM – Layanan Kesehatan di New Delhi dan pusat kesehatan utama lainnya di seluruh India hampir runtuh, karena gelombang kedua virus korona telah melanda negara itu sejak Maret 2021.

Kasus infeksi Covid-19 di India telah berkembang pesat sejak saat itu.

Kuburan korban yang meninggal akibat virus corona kehabisan ruang, rumah sakit menolak pasien positif Covid-19, dan banyak keluarga yang putus asa meminta bantuan melalui media sosial untuk mendapatkan tempat tidur dan obat-obatan.

Berdasarkan data worldometers.info, India menempati urutan kedua dengan jumlah penularan tertinggi di dunia, per Kamis (22/4/2021) negara itu mencatat 15,9 juta penularan.

Baca juga: 22 Pasien Covid-19 di India Tewas Akibat Bocornya Tangki Oksigen, Layanan Kesehatan Darurat India

Baca juga: PM Jepang membatalkan kunjungan ke India dan Filipina selama Golden Week

Ilustrasi Covid-19. Layanan kesehatan di seluruh India dilaporkan hampir runtuh, ketika gelombang kedua virus korona telah melanda negara itu sejak Maret 2021. (Tribune Palopo)

Rabu (23/4/2021), India melaporkan 295.041 kasus virus corona dengan 2.023 kematian.

Ini adalah jumlah kasus tertinggi dan peningkatan kematian tertinggi yang tercatat dalam sehari sejak dimulainya pandemi, menurut penghitungan CNN dari angka Kementerian Kesehatan India.

“Volumenya sangat besar,” kata konsulat paru senior di Rumah Sakit Lilavati Mumbai, Jalil Parkar.

Rumah sakit terpaksa mengubah lobinya menjadi bangsal tambahan untuk pasien Covid-19.

“Ini seperti tsunami. Semuanya di luar kendali,” kata Ramanan Laxminarayan, direktur Pusat Dinamika Penyakit, Ekonomi dan Kebijakan di New Delhi.

“Tidak ada oksigen. Tempat tidur rumah sakit susah dicari. Tidak mungkin bisa tes. Anda harus menunggu lebih dari seminggu. Dan hampir semua sistem yang bisa rusak di sistem perawatan kesehatan sudah rusak,” ujarnya.

Baca juga: Data kematian di India dianggap tidak sesuai dengan jumlah jenazah yang dikremasi karena Covid-19

Baca juga: Ahli Epidemiologi: Lonjakan Kasus Covid-19 di India karena Faktor Perilaku dan Varian Baru Corona

Perdana Menteri India, Narendra Modi menyatakan bahwa India menginginkan perdamaian tetapi siap berperang jika ada provokasi dari China.
Perdana Menteri India, Narendra Modi menyatakan bahwa India menginginkan perdamaian tetapi siap berperang jika ada provokasi dari China. (Selebaran / PIB / AFP)




Source