Layanan Lalu Lintas Polisi Berbasis Digital Diapresiasi

Inovasi berbasis digital ini merupakan hal positif yang telah dilakukan Kapolri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pelayanan lalu lintas berbasis digital dari Polri mendapat apresiasi. Pelayanan seperti ini meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri.

Penilaian tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Nurhasan Ismail. Ia melihat inovasi berbasis digital ini sebagai hal positif yang telah dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam 100 hari kerja pertamanya.

“Cara pengenaan tiket elektronik paling efektif dan efisien dengan pertimbangan antara lain bisa diterapkan selama 24 jam terus menerus,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (15/5).

Seperti diketahui diantara program unggulan yang dilaksanakan terdapat ETLE nasional, layanan SINAR atau National Precision SIM yaitu layanan SIM online dan National Digital Samsat (Sinyal).

Nurhasan memberi masukan umum bahwa penerapan sistem tilang ETLE masih belum bisa memberlakukan semua pelanggaran lalu lintas angkutan jalan raya. Namun, digitalisasi ini terbukti cukup efektif mencegah kontak langsung antara petugas dan pelanggar.

“Hal ini tentunya mencegah potensi suap dan ini sangat cocok pada saat terjadi pandemi agar Polantas bisa ikut serta mencegah terpapar virus tersebut,” ujarnya.

Nurhasan juga menyampaikan bahwa permasalahan yang dihadapi saat ini adalah pelaksanaannya harus berdasarkan profesionalisme sesuai dengan ketentuan dan bersifat mandiri, bebas dari pengaruh tekanan dari luar. Selain itu, di tingkat masyarakat harus tumbuh kesadaran bahwa perilaku mereka di jalan raya selalu terpantau oleh sistem teknologi kecerdasan buatan dengan harapan dapat berkendara sesuai aturan dan etika lalu lintas.

“Untuk layanan SIM online, selama menyangkut perpanjangan SIM, saya kira tidak menjadi masalah karena hanya bersifat administratif. Namun, SIM baru yang bisa dilakukan secara online hanya untuk ujian tertulis yang efektif,” dia berkata.




Source