Lazismu Luncurkan Program Ramadhan 1442 Hijriah

    Program tersebut bertujuan untuk mendorong penerima manfaat agar optimis

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Lembaga Amail Zakat, Infaq, Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) meluncurkan program Ramadhan 1442 Hijriah, Senin (12/4). Direktur Paguyuban Lazismu Sentral Edi Muktiono mengatakan Lazismu di bulan Ramadhan memiliki tiga program utama, yakni Ramadhan Kado, Kembali ke Masjid, dan Pemberdayaan Ekonomi.

    “Kado Ramadhan memiliki beberapa kegiatan turunan. Diantaranya Menyebar Takjil, Panti Asuhan, Santunan Lansia, Santunan Muallaf, Bakti Guru, Bakti Idul Fitri, Hamba Hamba, Paket Sembako, serta penyaluran zakat fitrah dan fidyah,” ujar Edi dalam pers. rilis diterima Republika, Senin (12/4).

    Berbagai program tersebut bertujuan untuk mendorong penerima manfaat tetap optimis terhadap masa depan. Kegiatan di atas juga diharapkan dapat memberikan rasa optimis dalam menyambut bulan Ramadhan.

    “Back to masjid ada beberapa kegiatan yang dilakukan, yaitu pembersihan masjid, pemberian bantuan masjid, pengeras suara, dan perbaikan kecil-kecilan. Ini sebagai upaya untuk meningkatkan peran strategis masjid,” kata Edi.

    Edi mengatakan, program pemberdayaan ekonomi juga akan dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha dan menggerakkan perekonomian keluarga. Apalagi, menurut dia, banyak keluarga yang terkena pandemi.

    “Jadi, Biru berusaha memberikan bantuan modal usaha. Semoga program ini bisa bermanfaat untuk banyak orang,” kata Edi.

    Ramadhan menjadi momen bagi siapa saja untuk berlomba-lomba mendapatkan keberkahan yang berlipat dari Allah SWT. Berkah Ramadhan digunakan oleh mayoritas umat Islam untuk membayar zakat, zakat dan sedekah (ZIS) berbondong-bondong guna mendapatkan kesucian yang sempurna.

    Oleh karena itu, momentum Ramadhan menjadi penting bagi Lazismu untuk menghimpun dan menyalurkan dana program ZIS kepada mereka yang berhak menerimanya guna meningkatkan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

    Selama momen Ramadhan ini, Lazimu juga akan memaksimalkan penghimpunan zakat, donasi dan sedekah untuk pemberdayaan umat. Tujuannya agar masyarakat bangkit dari berbagai keterpurukan yang melanda Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan tema Ramadhan kali ini yaitu “Zakat Kebangkitan Indonesia”.

    Ketua Pengurus Pusat Lazismu Muhammadiyah, Prof. Hilman Latief menjelaskan salah satu yang melatarbelakangi pengambilan tema tersebut adalah kondisi psikologis, sosial, dan ekonomi bangsa Indonesia. “Dalam satu tahun terakhir, Indonesia mengalami penurunan akibat pandemi dengan dampak yang begitu luas. Ramadhan lalu, hampir semua kalangan diliputi rasa takut dan khawatir,” jelas Prof. Hilman.

    Hilman berharap Ramadhan tahun ini, masyarakat bisa bangkit dan menghadapi pandemi dengan optimisme. Selain itu, ia juga berharap dampak sosial ekonomi dari pandemi tersebut dapat teratasi melalui bulan Ramadhan.

    “Kita dukung donasi. Kita bantu kelompok masyarakat yang terkena dampak. Semoga dengan semangat baru ini kita bisa menghidupkan kembali Indonesia. Kita tunjukkan kepada dunia bahwa umat Islam melalui Ramadhan bisa membangun kebersamaan yang kuat,” kata Hilman.

    Ia juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk membangun rasa solidaritas yang kuat, rasa gotong royong, dan ekspresi ta’awun yang bisa dilakukan bersama. Menurutnya, zakat tidak hanya sebagai ekspresi kesalehan individu, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial.




    Source