Legislator: Badan Narkotika Nasional harus transparan soal penangkapan sabu 89 Kg

Badan Narkotika Nasional harus bisa menjelaskan parahnya peredaran narkoba di Sulawesi Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR Andi Rio Idris Padjalangi meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) bersikap transparan dan segera membuka karung yang diduga berisi 89 kilogram sabu, saat dibeberkan. kasus narkotika di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Badan Narkotika Nasional juga harus menjelaskan kronologis kematian salah satu pelaku bernama Houston (26) yang diduga membawa 89 kilogram sabu kristal yang akhirnya tewas dengan luka tembak.

“Badan Narkotika Nasional harus segera menyampaikan kepada masyarakat, saya ingin mengetahui kronologis penangkapan dan penembakan pelaku hingga meninggal dunia, apakah dia disiksa atau melawan,” kata Andi Rio di Jakarta, Selasa (20 /). 4).

Andi Rio pun meminta BNN menjelaskan kemana harus mengambil sabu dan siapa pemiliknya, karena hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari BNN. Selain itu, menurut dia, BNN tidak pernah menunjukkan barang bukti yang disita dari pelaku ke publik, sehingga tidak salah untuk menangkap dan mengincarnya.

“Badan Narkotika Nasional hingga saat ini belum transparan dengan informasi tentang pelaku dan barang bukti yang membuat masyarakat mewaspadai tindakan serupa, apalagi Bone merupakan jalur aktif para pengedar narkoba,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini menilai narkoba adalah musuh bersama dan masyarakat Bone harus tahu betapa rentannya wilayah mereka memasuki lingkaran barang haram. Jadi bisa kita antisipasi dan cegah.

“Ini masalah nasional, semoga BNN bisa memberikan penjelasan betapa buruknya peredaran narkoba di Sulawesi Selatan khususnya Bone karena kalau saya lihat, Bone juga kasus narkotika yang paling menonjol,” ujarnya.

Andi Rio berharap Polri dan BNN dapat memberantas narkoba di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali karena narkoba merupakan salah satu “pekerjaan rumah” yang belum pernah terselesaikan di negeri ini. Menurutnya, narkoba berdampak berbahaya bagi generasi penerus bangsa yang harus segera diatasi, masyarakat harus selalu waspada dan menjaga lingkungan sekitar serta keluarga agar tidak bersentuhan dengan barang haram tersebut.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) dikabarkan telah menyita sebanyak 89 kilogram narkoba dan menembak mati salah satu pengedar narkoba di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. “Jadi benar ada penangkapan narkoba di Bone oleh Badan Narkotika Nasional Pusat. Ada tujuh karung barang bukti yang diamankan dengan total 89 kilogram sabu,” kata Kabag Humas Polda Sulsel, Kombes E Zulpan saat dikonfirmasi, Minggu (18/4).

Selain mengamankan barang bukti, salah satu tersangka diduga lumpuh oleh pemilik properti. Pasalnya, dia melawan petugas saat penangkapan Minggu malam di distrik setempat.

sumber: Antara




Source