Legislator: Mengantisipasi Dampak Negatif Era Informasi Digital

Legislator menilai perkembangan era informasi digital memiliki dampak positif dan negatif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR Syaiful Bahri Anshori menilai era informasi digital berdampak positif dan negatif. Untuk itu, menurutnya perlu antisipasi dengan kebijakan yang komprehensif dan praktis.

“Hal ini perlu diantisipasi, tujuannya agar bangsa kita mampu meningkatkan daya saingnya sehingga menjadi bangsa yang berdaya saing di masa depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Syaiful melanjutkan, di era digital akan banyak sektor yang terkena dampak yang secara tidak langsung harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Banyak sektor yang terkena dampaknya, misalnya ekonomi, pendidikan, teknologi, data dan sejumlah sektor lainnya. Tapi itu juga bisa menjadi peluang bagi masyarakat yang bisa memanfaatkannya,” ujarnya.

Politisi PKB menambahkan cara mengantisipasi dampak negatif perkembangan era digital dengan mengusung nilai-nilai kebangsaan yang berbasis budaya.

“Ini akan berdampak pada sektor keamanan dan budaya bangsa, sehingga nilai-nilai kebangsaan dan muatan lokal dapat meminimalisir dampak negatif tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Ahli Kominfo (TAM) Devie Rahmawati mengatakan tantangan di dunia digital tidak bisa dipandang sederhana, karena juga mampu melenyapkan nyawa manusia, akibat kekerasan fisik di dunia. offline yang dimulai, misalnya, dengan kekerasan di media online melalui teks, video, foto, komentar, dan fitur streaming langsung

Menyadari bahwa teknologi digital ibarat ‘madu dan racun’, Kominfo bekerja sama dengan Jaringan Aktivis Literasi Digital (Japelidi) dan Gerakan Nasional Literasi Digital Kreatif Cyber, kemudian menyusun navigasi berkemampuan digital melalui 4 modul, yaitu (1) Media Digital Budaya; (2) Safe Digital Media; (3) Ethical Digital Media; dan (4) Competent in Digital Media, ”jelas Devie, TAM bidang komunikasi dan media massa.

“Melalui empat modul ini diharapkan masyarakat semakin mampu secara digital, dengan memanfaatkan manfaat positif (madu) teknologi dan menjauhi bahaya (racun) yang mungkin didapat akibat rendahnya keterampilan digital,” ujarnya. .




Source