Legislator menyesalkan masuknya orang India ke Indonesia

Pasalnya, India saat ini sedang menghadapi gelombang ketiga Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menyayangkan kabar masuknya ratusan warga India ke Indonesia. Diketahui India sedang menghadapi gelombang ketiga Covid-19 dengan jumlah kasus aktif harian mencapai 300 ribu kasus dalam 24 jam.

Masuknya WNA asal India, meski dengan dokumen resmi yang dikeluarkan pihak terkait, menimbulkan pertanyaan publik, kata Baidowi saat dikonfirmasi, Jumat (23/4).

Di sisi lain, pemerintah melarang warga mudik untuk mencegah penularan Covid-19. Namun, warga negara India yang negaranya sedang mengalami tsunami Covid-19 justru bisa datang ke Indonesia.

Atas dasar itu, pihak terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kemenkumham dan Satgas Covid harus berkoordinasi dengan baik untuk melakukan tindakan pencegahan yang tegas terhadap WNA dari negara dengan kasus COVID-19 tinggi seperti India, ā€¯ujarnya.

Anggota Komisi VI DPR itu mengingatkan pemerintah untuk memprioritaskan kesehatan masyarakat. Ia yakin perekonomian akan segera pulih jika masyarakat sudah sehat.

Kabar terakhir adalah bahwa pemerintah telah memutuskan untuk menutup akses bagi orang-orang dari India. Ketua Panitia Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Airlangga Hartarto mengatakan, warga negara asing yang pernah tinggal atau transit dari India dalam 14 hari terakhir tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia.

“Pemerintah telah memutuskan untuk menghentikan pemberian visa kepada WNA yang pernah tinggal dan / atau berkunjung ke wilayah India dalam waktu 14 hari,” kata Airlangga dalam jumpa pers online, Jumat (23/4).




Source