Legislator: Prioritas Guru dan Lansia Harus Dilakukan

Pemerintah harus mengutamakan para lansia dan guru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mengomentari pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang memprioritaskan vaksinasi bagi guru dan lansia mengingat keterbatasan vaksin saat ini. Mufida menilai pemerintah harus mengutamakan para lansia dan guru.

“Prioritas vaksin harus sesuai dengan jadwal dan prioritas yang disepakati untuk penerima vaksin. Pemberian prioritas kepada lansia dan guru harus dilakukan oleh pemerintah. Sebab, khususnya lansia merupakan kelompok rentan,” kata Mufida Republika, Selasa (6/4).

Mufida meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melakukan diplomasi terkait kepastian jatah vaksin gratis bagi Indonesia sesuai kesepakatan. Sedangkan untuk vaksin berbayar, Mufida menilai perlu ulasan bagaimana MoU antara Kementerian Kesehatan-Biofarma dan penyedia vaksin.

Politisi PKS itu mengingatkan agar tidak ada perselisihan dengan apa yang telah disepakati. “Presiden punya Konfirmasi sudah mendapatkan 426 juta vaksin. Jika sekarang ternyata Menteri Kesehatan mengatakan masih ada peluang kekurangan, lalu bagaimana dengan implementasi pernyataan presiden tentang safe availability? “Dia berkata.

Adanya permasalahan tersebut membuat pengadaan vaksin mandiri dinilai tidak relevan mengingat kebutuhan vaksin gratis masih cukup besar dan tidak mencukupi. Ia mengaku sudah lama mengingatkan agar program vaksinasi mandiri tidak mengganggu program vaksinasi nasional

“Mempercepat pemberian vaksin merah putih agar bisa mandiri dan tidak bergantung pada negara lain,” ujarnya.

Di tengah kondisi vaksin yang terbatas, Mufida mengatakan kampanye penggunaan masker dan penerapan 5M perlu digiatkan. “Jangan sampai terlena dengan program vaksinasi nasional,” ucapnya.




Source