Lelang SUN, Pemerintah Targetkan Angkat Rp 45 Triliun

Lelang SUN akan dilaksanakan hari ini pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah berencana menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN). Dalam lelang tersebut, pemerintah mematok target indikatif Rp 30 triliun dan maksimal Rp 45 triliun.

“Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara dalam mata uang rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2021,” demikian siaran pers Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Manajemen Risiko Kementerian Keuangan, Selasa (13/9). 4).

Lelang tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168 / PMK.08 / 2019 tentang lelang surat utang negara di pasar perdana dalam negeri dan PMK Nomor 38 / PMK.02 / 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Penanganan Keuangan Negara. Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Lelang akan dilaksanakan hari ini pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB, sedangkan penyelesaiannya akan dilakukan pada Kamis, 15 April 2021.

Dalam lelang besok, pemerintah akan menerbitkan dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan lima seri Surat Utang Negara (ON). Kedua seri SPN yaitu SPN03210714 dan SPN 12220331 akan jatuh tempo pada tanggal 14 Juli 2021 dan 31 Maret 2022 dengan tingkat kupon diskon.

Sedangkan lima seri SPN terdiri dari FR086 dengan tingkat kupon 5,5 persen dan jatuh tempo pada 15 April 2026. Seri FR0087 dengan tingkat kupon 6,5 persen dan jatuh tempo pada 15 Februari 2031, FR088 dengan tingkat kupon 6,25 persen dan jatuh tempo pada tanggal 15 Juni 2036, FR0083 dengan tingkat kupon 7,5 persen dan jatuh tempo pada tanggal 15 April 2040, dan FR0089 dengan tingkat kupon 6.875 dan jatuh tempo pada tanggal 15 Agustus 2021.

Penjualan SUN akan dilakukan dengan sistem lelang yang diselenggarakan oleh BI. Lelang bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga berganda. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran kompetitif akan membayar sesuai dengan imbal hasil yang diajukan.

Pemenang lelang yang mengajukan tawaran non-kompetitif akan membayar sesuai dengan hasil rata-rata tertimbang dari tawaran kompetitif yang menang. Dalam lelang tersebut, pemerintah berhak menjual tujuh seri SUN tersebut lebih besar atau kurang dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang memiliki nominal per unit sebesar Rp. 1 juta.

Dalam beberapa lelang yang digelar tahun ini, pemerintah belum mencapai target indikatif. Meski penawaran yang masuk lebih besar, namun tawaran yang dimenangkan lebih kecil dari target indikatifnya, sehingga pemerintah harus mengadakan lelang tambahan dengan BI sebagai peserta.

Direktur Surat Berharga Negara Deni Ridwan mengatakan pemerintah terus mencermati dampak volatilitas yield obligasi AS di pasar SBN. Imbal hasil obligasi AS kembali meningkat dan memberikan tekanan pada pasar SBN.

“Tentu ada penyesuaian strategis guna menjaga stabilitas pasar SBN, di antaranya penggunaan SAL antara Rp 80 triliun hingga Rp 100 triliun untuk menekan target penerbitan SBN, serta penyesuaian target lelang,” ujarnya. .




Source