Liburan Idul Fitri, Dua Wisatawan Hilang di Laut Garut

    REPUBLIKA.CO.ID, GARUT – Petugas gabungan melakukan pencarian terhadap dua wisatawan yang hilang saat berenang saat berenang saat libur Idul Fitri 1442 Hijriah di kawasan wisata pantai selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat.

    “Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian hari kedua dari dua turis yang hilang di Pantai Santolo dan Sayang Heulang,” kata Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Kota Bandung, Deden Ridwansah melalui siaran pers di Garut, Senin (17/5). .

    Ia mengatakan, pihaknya telah mengerahkan personel dan alat pencarian dibantu Satuan Polisi Air Santolo dan relawan untuk mencari dua wisatawan yang dikabarkan tersapu saat berenang di Pantai Santolo dan Pantai Sayang Heulang, Garut, Minggu (16/5).

    Dua turis yang hilang itu adalah dua bocah lelaki berusia 17 tahun bernama Rehan Halik, warga Desa Kopo berusia 17 tahun, Kecamatan Bojong Loa Kaler, Kota Bandung, dan Jajang Nurjaman, warga Margawati, Kabupaten Garut Kota.

    “Kemarin tim SAR gabungan melakukan penggeledahan dengan menyapu air menggunakan satu unit LCR dan menyapu daratan di pesisir pantai sekitar LKP (posisi terakhir diketahui) tanpa hasil penelusuran,” kata Deden.

    Dikatakannya, kecelakaan yang menimpa korban Reihan terjadi saat berenang bersama tiga temannya di Pantai Santolo, tiba-tiba semuanya terbawa ombak, ketiga sahabat korban berhasil diselamatkan. Sementara itu, keberadaan Reihan belum diketahui.

    Lebih lanjut, kecelakaan di Pantai Sayang Heulang memiliki kronologi yang sama saat korban Jajang berenang bersama tiga temannya, tiba-tiba terbawa ombak, tiga orang berhasil diselamatkan sedangkan Jajang tidak diketahui keberadaannya. Keduanya dilaporkan hilang saat berenang Minggu pagi kemarin, kata Deden.

    Petugas SAR yang mendapat laporan wisatawan terbawa ombak langsung bergerak cepat mencari di sekitar lokasi awal korban hilang. Petugas gabungan melanjutkan pencarian di hari kedua dengan membagi tim menjadi dua untuk memudahkan proses pencarian di jalur darat dengan menyusuri pantai dan melakukan pencarian dengan perahu ke tengah laut.

    “Tim melakukan penyisiran di sekitar perairan Pantai Santolo dan Sayang Heulang menggunakan perahu nelayan,” kata Deden.


    Source