Luhut Minta Pemerintah Daerah Konsisten Menerapkan Prokes Covid-19

    Semua elemen harus tetap bersatu untuk mematuhi program Covid-19.

    REPUBLIKA.CO.ID, BATU – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan meminta para kepala daerah konsisten melaksanakan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Apalagi bagi Pemerintah Daerah Malang Raya yang saat ini kasusnya masih sedikit.

    Menurut Luhut, semua elemen harus bersatu untuk memenuhi program Covid-19. Dalam hal ini baik pemerintah, pemuka agama dan ulama serta masyarakat sekitar. “Jangan sampai ada yang mengabaikan masalah protokol kesehatan,” kata Luhut saat melakukan kunjungan kerja di Balaikota Among Tani, Kota Batu, Senin (26/4).

    Luhut mencontohkan, fenomena kasus positif Covid-19 di India meningkat tajam. Jumlah harian Covid-19 kasus setiap hari bisa mencapai 310 ribu orang. Belum lagi laporan satu orang meninggal akibat Covid-19 setiap empat menit.

    Keberhasilan negara dalam menangani Covid-19 bergantung pada masing-masing. Jika Anda ingin negara ini bagus, Anda harus melakukannya dengan baik. “Jadi jika ingin hidup sejahtera dan sejahtera, mari kita patuhi apa yang dikatakan pemerintah,” ujarnya.

    Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 telah memperluas aturan terkait larangan mudik Lebaran 2021. Jika sebelumnya hanya diatur larangan perjalanan jarak jauh pada periode 6-17 Mei, peraturan baru ini menambahkan sejumlah poin untuk pengetatan persyaratan perjalanan sejak H-14 dan H + 7 periode larangan mudik, yakni 22 April. -5 Mei dan 18-24 Mei.

    Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito membenarkan adanya perluasan aturan larangan mudik. Kebijakan ini tertuang dalam adendum SE nomor 13 tahun 2021 tentang Penghapusan Idul Fitri 2021 Mudik dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Ramadhan.

    Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan pemerintah memang telah mengeluarkan larangan mudik lebaran. Namun, selama periode ini, pembukaan tempat wisata di kota tersebut diperbolehkan. Hanya saja dengan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan (prokes) selama perjalanan agar tidak terjadi penyebaran Covid-19.

    “Pariwisata dalam rangka PPKM skala mikro dengan mengacu pada ketertiban, disiplin, sinergi dengan pemerintah daerah dan satgas Covid, pada prinsipnya boleh. Tapi sekali lagi kita harus pastikan tidak menjadi tempat yang berbuat demikian. tidak sesuai protokol kesehatan, “kata Sandi di Balaikota Jakarta, Senin (19/4).




    Source