Lusinan Rumah Sakit di Bangkok Menangguhkan Tes Covid-19

    Pasokan alat penguji Covid-19 tidak mencukupi.

    REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK – Sedikitnya 12 rumah sakit di ibu kota Thailand, Bangkok, mengatakan mereka menangguhkan pengujian Covid-19, Jumat (9/4).

    Permintaan untuk pengujian Covid-19 tinggi, sementara pasokan alat penguji kurang. Penghentian sementara pengujian virus korona terjadi di tengah lonjakan kasus baru.

    Rumah sakit mengeluarkan pemberitahuan di media sosial dan aplikasi perpesanan minggu ini. Beberapa rumah sakit mengatakan penangguhan hanya akan berlangsung beberapa hari, sementara rumah sakit lain tidak menyebutkan tanggal kapan tes bisa dilakukan lagi.

    Bangkok berada di episentrum wabah Covid baru di Thailand dan telah melihat perubahan jumlah kasus baru dari hanya beberapa puluh per hari menjadi beberapa ratus per hari. Lonjakan tersebut mendorong pemerintah untuk segera meningkatkan pengujian dan pelacakan kasus baru.

    Pemerintah telah mengadakan uji coba massal di berbagai distrik di Bangkok, di mana kelompok-kelompok bermunculan. Pengujian virus korona di wilayah tersebut sebagian besar melibatkan bar atau tempat hiburan, yang telah diminta untuk menutup kegiatan selama dua minggu.

    Thailand melaporkan 405 infeksi Covid-19 baru pada hari Kamis, dan hampir sepertiga menteri kabinet mengisolasi diri karena potensi paparan virus. Lonjakan infeksi datang pada saat yang sulit bagi Thailand, menjelang festival tahunan Songkran minggu depan.

    Festival ini biasanya menghadirkan kerumunan besar dan pertempuran air terkenal yang dilarang oleh pihak berwenang. Thailand pada hari Rabu mengkonfirmasi kasus lokal virus korona B.1.1.7, varian yang sangat menular yang pertama kali diidentifikasi di Inggris.

    sumber: Antara




    Source