Makanan Berformalin Ditemukan di Pasar Anyar Tangerang

Ditemukan juga bahwa produk olahan mengandung zat berwarna berbahaya seperti henna Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang masih menemukan bahan pangan yang mengandung formaldehida yang dijual oleh para pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang. Penemuan itu dilakukan saat pemeriksaan keamanan pangan di Pasar Anyar, Senin (12/4).

Kepala DKP Kota Tangerang Abduh Surahman mengatakan, dalam pemeriksaan, beberapa komoditas terbukti mengandung formalin setelah dilakukan uji sampel. “Makanan berformalin banyak terdapat pada daging ayam, usus ayam, dan kulit ayam,” kata Abduh saat dikonfirmasi, Senin (12/4).

Kata Abduh, makanan berformalin itu ditemukan dari seorang pedagang yang berjualan di pasar. Namun, setelah dites dan dinyatakan positif mengandung formalin, dia kabur. “Begitu formaldehidnya positif, kami kirimkan lagi ke polisi, orangnya kabur, sudah kabur, produknya tertinggal. Besok kami akan datang lagi menggunakan surat peringatan,” jelasnya.

Makanan yang mengandung formaldehida di Pasar Anyar diketahui sudah beberapa kali ditemukan oleh DKP Kota Tangerang melalui pemeriksaan. Dalam upaya penindakan, pedagang yang tetap nakal dengan menjualnya mendapat peringatan dan teguran terlebih dahulu.

“Seperti tahun lalu kita bawa ke Polsek, pedagang ayam khusus di kepolisian, artinya sudah diperingatkan. Sebenarnya ada lima pedagang yang diadili tahun lalu, kalau jelas tidak memperdagangkan daging formaldehida, tapi ternyata ada. masih satu pedagang, ”jelasnya.

Abduh melanjutkan, jika pedagang tetap menjual produk resmi, sanksi selanjutnya bisa berupa penutupan kios. “Kami akan berikan surat teguran, seminggu kemudian dicek apakah dia menurut atau tidak. Kalau masih nakal, kami akan bekerja sama dengan PD Pasar untuk menutup warung yang bersangkutan,” ujarnya.

Diketahui, selain menemukan makanan yang mengandung formaldehida dari produk peternakan, dalam sidak keamanan pangan, DPRD Kota Tangerang juga menemukan beberapa produk pertanian yang terpapar pestisida, seperti bayam dan kangkung. Serta beberapa produk olahan yang mengandung zat berwarna berbahaya, di antaranya henna Cina dan cincau.

Abduh mengimbau masyarakat berhati-hati dalam membeli makanan. Diantaranya dengan memahami perbedaan antara makanan yang mengandung bahan berbahaya dan yang aman.




Source