MAKI Akan Melaporkan Orang-Orang yang Membocorkan Operasi KPK Hingga Diambil oleh Truk

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, akan melaporkan sumber kebocoran dalam pengejaran barang bukti dalam kasus dugaan suap pajak.

Upaya KPK mengusut dugaan keterlibatan PT Jhonlin Baratama terhambat. Tim yang menggeledah dua lokasi di Kalimantan Selatan tidak menemukan barang bukti (Barbuk).

Boyamin menduga ada dua faktor yang menghambat penyidik ​​menemukan barang bukti, yakni karena kinerja yang lesu dan oknum yang membocorkan informasi terkait operasi.

“Tapi apapun itu, KPK harus memprosesnya untuk memblokir penyidikan. Karena diketahui truk itu diburu bahkan ada fotonya,” kata Boyamin kepada Tribun Network, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Bukti Diambil Menggunakan Truk, Pencarian KPK ke Kantor Jhonlin Tidak Ditemukan Apa-apa

Boyamin mengatakan akan melaporkan kejadian tersebut ke KPK. Karena ditengarai ada upaya menghalangi penyidikan.

“Saya yang jaga, kalau tidak diproses akan saya gugat praperadilan,” kata Boyamin.

Baca juga: Komisi Pemberantasan Korupsi Buka Peluang Kembali Menjebak Sjamsul dan Itjih Nursalim dalam Kasus BLBI, Begini Syaratnya

Diketahui, berkas perkara diambil dari kantor PT Jhonlin, salah satu perusahaan yang dituduh menyuap tersangka Angin Prayitno Aji, menggunakan truk sebelum penyidik ​​datang.

“Bisa saja ada orang di dalam dan akan segera saya laporkan secara resmi ke dewan pengawas. Semoga hari Kamis,” kata Boyamin.

Jika terbukti ada yang membocorkan informasi di dalam KPK, kata Boyamin, orang tersebut harus dikenai sanksi tegas. Dihukum dan dipecat tidak terhormat, lanjutnya.

Sebab, menurut Boyamin, kejadian tersebut bisa merusak sistem kinerja di KPK. Akan ada ketidakpercayaan timbal balik di dalam KPK.

“Kalau tidak ditindak tegas, orang baik akan patah semangat dan bisa meninggalkan semuanya. Daya rusak KPK bisa bubar,” imbuh Boyamin.

Sebelumnya, KPK memastikan barang bukti terkait penyidikan dugaan korupsi berupa suap terkait pajak di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dibawa pergi dengan truk.

Hal itu terungkap setelah tim penyidik ​​KPK melakukan penggeledahan di kantor PT Jhonlin Baratama dan sebuah lokasi di Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan pada Jumat (9/4/2021).




Source