Malang dilanda delapan gempa susulan

    Gempa susulan terjadi pada Minggu pagi dengan kekuatan 5,3 SR.

    REPUBLIKA.CO.ID, MALANG – Malang kembali dilanda gempa berkekuatan 5,3 skala richter pada Minggu (11/4) pukul 06:54 WIB. Peristiwa ini merupakan rangkaian gempa bumi menyusul peristiwa pada Sabtu (10/4) pukul 14.00 WIB.

    Kepala Pusat Gempa dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, telah terjadi delapan gempa susulan sejak Sabtu (10/4) hingga Minggu (11/4) pukul 07.25 WIB. Kekuatan besarnya rata-rata adalah sekitar 3,1 hingga 5,3. Dan BMKG terus memantau perkembangan gempa susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media, kata Bambang dalam keterangan resmi yang diterima. Republika, Minggu (11/4).

    Episentrum gempa berkekuatan 5,5 yang kemudian dimutakhirkan menjadi 5,3 ini berada pada koordinat 8,76 Lintang Selatan dan 112,41 Bujur Timur. Lebih tepatnya terletak di laut pada jarak 71 km sebelah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan kedalaman 102 kilometer (km).

    Dengan memperhatikan letak episentrum dan kedalaman hiposenter, gempa bumi termasuk tipe sedang dan diakibatkan oleh aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme gerakan ke atas (kesalahan dorong).

    Guncangan gempa dirasakan di kawasan Malang III-IV MMI Kota (Jika pada siang hari dirasakan banyak orang di dalam rumah). Kemudian di Pacitan, Wonogiri dan Trenggalek III MMI (Getaran terasa nyata di dalam rumah. Anda merasakan getaran seperti ada truk yang lewat); serta Nganjuk, Ponorogo dan Blitar II-III MMI. Wilayah Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo II MMI (getaran dirasakan beberapa orang, benda ringan yang digantung bergoyang).

    BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bisa dibenarkan. Kemudian diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Jangan lupa untuk memeriksa dan memastikan bahwa bangunan tempat tinggal tersebut cukup tahan gempa.

    “Juga tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan stabilitas bangunan sebelum dikembalikan ke rumah,” kata Bambang.




    Source