Malaysia ingin mengubah peraturan untuk menindak kampanye LGBT

Malaysia mengusulkan perubahan peraturan untuk menindak kampanye LGBT.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR — Pemerintah Malaysia mengusulkan amandemen hukum syariah yang memungkinkan tindakan diambil terhadap pengguna media sosial karena menghina Islam dan mempromosikan gaya hidup LGBT. Sodomi dan tindakan sesama jenis adalah ilegal menurut hukum Islam di Malaysia yang berpenduduk mayoritas Muslim, meskipun hukuman jarang terjadi.

Wakil Menteri Agama Malaysia, Ahmad Marzuk Shaary, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa amandemen hukum pidana syariah diusulkan sebagai tanggapan atas posting media sosial yang merayakan komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender sebagai bagian dari Bulan Kebanggaan pada bulan Juni.

“Kami menemukan pihak-pihak tertentu memposting status dan gambar menghina di media sosial dalam upaya mereka untuk mempromosikan gaya hidup LGBT,” katanya. Berita Euro, Jumat (25/6).

Malaysia adalah rumah bagi 32 juta orang, di antaranya lebih dari 60 persen populasi Muslim adalah etnis Melayu. Malaysia memiliki sistem hukum jalur ganda, dengan hukum pidana Islam dan hukum keluarga yang berlaku bagi umat Islam yang berjalan di samping hukum perdata.



https://www.republika.co.id/berita/qv9ctq313/malaysia-ingin-ubah-regulasi-untuk-menindak-kampanye-lgbt