Malta hanya mengizinkan turis untuk divaksinasi sepenuhnya

Malta adalah negara Eropa pertama yang meminta turis mendapatkan vaksinasi lengkap untuk masuk.

REPUBLIKA.CO.ID, VALLETTA — Malta mewajibkan wisatawan untuk membuktikan bahwa mereka telah divaksinasi. Harapannya, langkah ini bisa menahan penyebaran virus corona yang terjadi belakangan ini.

Mulai Rabu (14/7) orang yang datang ke Malta harus menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 yang diakui otoritas Malta. Ini berarti sertifikat yang dikeluarkan oleh pemerintah Malta, Uni Eropa atau Inggris.

Uni Eropa memberikan paspor hijau kepada orang-orang yang telah divaksinasi, memiliki hasil PCR negatif atau telah pulih dari Covid-19. Tetapi Malta telah memutuskan untuk hanya mengizinkan orang yang telah divaksinasi untuk dua dosis untuk memasuki negara pulau Mediterania.

“Malta adalah negara Uni Eropa pertama yang mengambil langkah ini,” kata Menteri Kesehatan Malta Chris Fearne, Sabtu (10/7).

Anak-anak berusia 5 hingga 12 tahun harus memberikan bukti hasil tes PCR negatif. Sedangkan anak di bawah 5 tahun dibebaskan dari segala kewajiban.

Kasus aktif infeksi virus corona di Malta yang berpenduduk lebih dari setengah juta per 1 Juli hanya 46 orang. Namun pada Jumat (9/7) kemarin menjadi 252.

Pemerintah mengatakan 90 persen kasus baru terjadi pada orang yang belum divaksinasi. Sejauh ini, 79 persen orang dewasa Malta telah menerima dua dosis vaksin virus corona AP, Sabtu (10/7).



https://www.republika.co.id/berita/qw0xpv328/malta-hanya-izinkan-turis-sudah-divaksin-lengkap