MANTAN KADES PAMANTO DIGIRING KE LAPAS MATARAM *Kasus ADD Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Karena proses penanganan penyidikan intensif atas kasus dugaan tindak pidana penyimpangan dalam pengelolaan, penggunaan dan pemanfaatan dana desa (ADD) Desa Pamanto Kecamatan Empang Sumbawa tahun anggaran 2015/2016 lalu, yang diduga mengalami kerugian negara mencapai sekitar Rp 1,3 Miliar melibatkan tersangka utama oknum JM (56) mantan oknum Kades setempat telah dinyatakan tuntas dan selesai, dan seiring dengan pelimpahan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor Mataram, maka Senin (hari ini 23/10) tersangka JM yang sebelumnya mendekam didalam Rutan Lapas Sumbawa juga akan dipindahkan penahanannya dan digiring menuju Rutan Lapas Mataram, guna memudahkan proses penanganan persidangannya dan diadili sesuai aturan hukum yang berlaku.
Kajari Sumbawa Paryono SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya, menjelaskan kalau tim Jaksa Penyidik telah menuntaskan penyidikan atas kasus ADD Pamanto Empang yang melibatkan mantan Kadesnya sebagai tersangka, dimana berkas perkaranya sendiri telah dinyatakan lengkap P21 dan bahkan telah ditingkatkan ketahap kedua untuk dapat ditindaklanjuti ke proses penuntutan, setelah sebelumnya sejumkah saksi telah diperiksa intensif dan bahkan sejumlah dokumen barang bukti telah berhasil diamankan, dengan unsur perbuatan melawan hukumnya telah jelas didukung dengan alat bukti kuat yang dimiliki, maka kasus tersebut dapat ditingkatkan ketahap penuntutan selanjutnya.
Proses pemberkasan atas perkara ADD Pamanto Empang itu kata Kajari Paryono, sejauh ini telah dinyatakan rampung termasuk didalamnya rencana dakwaan (rendaknya), sehingga tinggal dilakukan pelimpahan berkas perkaranya saja ke Pengadilan Tipikor Mataram untuk disidangkan dan diadili, dengan rencana pelimpahan perkara yang dijadikan skala priotas pekan depan, sambil menunggu proses finalisasi akhir atas persidangan atas sejumlah perkara tindak pidana korupsi lainnya seperti kasus UP Dinas Dikbudpora, kasus pengadaan kapal angkutan perintis, kasus proyek aspirasi Dewan berupa pembangunan gedung serbaguna Sengkal (GSG), serta sejumlah kasus tindak pidana korupsi lainnya yang terjadi di KSB, yang saat ini sedang dalam proses finalisasi bagi penyelesaian persidangannya di Pengadilan Tipikor Mataram, pungkasnya.
Hal senada juga dijelaskan Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH kepada Gaung NTB diruang kerjanya kemarin, bahwa untuk menangani perkara tindak pidana korupsi ADD Pamanto Empang Sumbawa itu telah ditunjuk sebuah tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) beranggotakan Jaksa Cyrilus Iwan Santosa Rumangkang SH dan Jaksa Fajrin Irwan Nurmansyah SH, dengan rencana pelimpahan berkas perkaranya akan dilakukan Senin ini (23/10) sekaligus dilakukan pemindahan penahanan atas tersangka oknum JM mantan Kades Pamanto Empang tersebut dengan mengeluarkannya dari Rutan Lapas Sumbawa dibawa dengan pengawalan ketat menuju Rutan Lapas Mataram.
“Yang jelas berkas perkara kasus ADD Pamanto Empang yang dilengkapi dengan surat dakwaannya itu Senin sudah bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram untuk disidangkan dan diadili sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku, dimana secara otomatis status penahanan tersangka JM beralih menjadi tahanan hakim Tipikor Mataram pada Rutan Lapas Mataram,” tukas jaksa Raka.