Masjid Agung Hamilton membatasi peziarah ke Ramadan

Hanya 100 jemaah pria dewasa yang diizinkan datang untuk beribadah di masjid selama Ramadan.

REPUBLIKA.CO.ID, HAMILTON – Masjid Agung Hamilton, Ontario, Kanada akan memberlakukan pembatasan jumlah jemaah dalam berbagai aktivitas selama Ramadan karena pandemi Covid-19 masih terus terjadi. Imam Masjid Agung Hamilton Sayed Tora mengatakan, ke depan hanya akan ada 100 jemaah pria dewasa yang bisa datang untuk beribadah di masjid selama Ramadhan.

Jumlahnya kurang dari hari-hari biasa. “Secara teratur selama Ramadhan setiap hari ada lebih dari 400 orang di sini saat matahari terbenam untuk berbuka puasa,” kata Tora, seperti diberitakan. Hamilton Spectator, Rabu (7/4).

Masjid Agung Hamilton sebenarnya bisa menampung sebanyak 1.800 jemaah. Namun dengan keterbatasan sejak awal pandemi, jumlah jemaah yang hadir di masjid hanya berkisar 270 orang.

Tora mengatakan, salat Isya selama Ramadhan akan dilaksanakan dalam dua sesi. “Orang-orang sangat antusias menantikan Ramadhan normal tahun ini, bahkan dengan jarak sosial dan topeng,” kata Tora, yang mengakui masjid itu sebagian besar kosong selama perayaan Ramadhan tahun lalu karena pandemi.

Tora meminta umat Islam setempat merayakan Ramadhan di rumah. Masyarakat bisa melihat pelaksanaan sholat di masjid Hamilton sekaligus ceramah on line melalui situs resmi masjid.

Tak hanya batasan jumlah jamaah saat beribadah, Masjid Hamilton juga meniadakan kegiatan buka puasa bersama. “Kami tidak dapat mengakomodasi orang yang duduk dan makan di sini seperti yang kami lakukan sebelum Covid. Pada dasarnya kita masih buka puasa bersama, tapi makanan akan dibawa pulang, ”ujarnya.




Source