Masuk Logistik, Kinerja Angkutan Barang Pelni Meningkat

    Angkutan kargo Pelni meningkat 32,32 persen berkat transformasi tersebut.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni saat ini terus menjajaki peluang di sektor logistik. Bahkan hingga November 2021, Pelni mencatatkan peningkatan kinerja angkutan barangnya.

    “Untuk general cargo 2.360 ton dan memang secara keseluruhan dibandingkan periode yang sama tahun lalu naik 32,32 persen. Ini berkat transformasi yang terjadi di Pelni,” kata Direktur Bisnis Tol Laut dan Angkutan Barang Pelni Yahya Kuncoro dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu. video conference, Senin (13/12).

    Sementara itu, Yahya mengatakan ada peningkatan jumlah barang di kapal penumpang. Dikatakannya, hingga November 2021, Pelni mengangkut peti kemas sebanyak 10.412 TEUs dengan kapal penumpang. Angka ini menunjukkan peningkatan hingga 19,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

    Yahya menambahkan, angkutan kendaraan Pelni juga mengalami peningkatan selama periode tersebut. “Ada tiga kapal kami yang bisa mengangkut kendaraan. Dari tiga kapal tersebut, okupansi yang didapat hingga November tahun ini naik 11,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelas Yahya.

    Dia mengatakan, peningkatan transportasi logistik juga meningkat pada layanan paket merah Pelni. Layanan ini khusus untuk mengangkut barang retail hingga perdagangan elektronik.

    “Untuk paket merah “Pada November 202 terjadi peningkatan sekitar 170,92 persen dibandingkan tahun lalu atau mencapai 752 kilogram,” kata Yahya.

    Melihat potensi besar angkutan barang perdagangan elektronik. Yahya memastikan Pelni memanfaatkan peluang ini dengan menambah rak dan ruang khusus untuk fasilitas penyimpanan paket merah.

    Sementara itu, Pelni juga mengangkut kargo dengan kapal perintisnya. “Untuk periode hingga November 2021 naik 21,57 persen,” jelas Yahya.

    Kemudian untuk kapal kargo yaitu tol laut, kata Yahya juga ada peningkatan kinerja. Saat ini Pelni mengoperasikan 10 kapal tol laut, empat di antaranya merupakan kapal milik Kementerian Perhubungan.

    Yahya mengatakan return occupancy untuk kapal tol laut sudah mencapai 40 persen dan kargo yang berangkat sudah mencapai 60 persen. “Dari samping faktor beban“Kita hampir mencapai 84 persen sesuai RKAP pemerintah dan secara keseluruhan dibandingkan periode yang sama tahun lalu naik 53 persen,” kata Yahya.

    Untuk kapal ternak, Yahya mengatakan ada peningkatan 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga November 2021, Pelni mengangkut hingga 7.150 ekor sapi. “

    “Dulu kita sudah melayani penumpang, sekarang sudah merambah ke logistik. Jadi kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan maksimal,” kata Yahya.



    https://www.republika.co.id/berita/r41oyr370/merambah-logistik-kinerja-angkutan-barang-pelni-meningkat