Masyarakat Tasikmalaya diminta tidak gegabah menghadapi Covid-19

    Masyarakat Tasikmalaya diminta tidak gegabah menghadapi Covid-19

    REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya (Pemkab) menyatakan hingga saat ini belum ada peningkatan kasus Covid-19 pasca Lebaran. Namun, masyarakat diminta tetap waspada karena pandemi belum usai.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Zen mengatakan, kasus Covid-19 di wilayahnya justru menurun. Menurut dia, secara umum kondisi rumah sakit di Kabupaten Tasikmalaya aman dalam mengatasi kasus Covid-19.

    “Mudah-mudahan ini menunjukkan gejala yang baik, sehingga kita terbebas dari kekhawatiran akan lonjakan pasca lebaran,” ujarnya, Senin (31/5).

    Hingga Senin, kasus kumulatif positif Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 3.399 kasus. Sebanyak 3.223 orang telah dinyatakan sembuh, 51 orang masih menjalani isolasi, dan 125 orang meninggal dunia.

    Zen mengingatkan orang untuk tidak lengah terhadap Covid-19. Berkaca pada kasus Covid-19 di India, terjadi lonjakan kasus karena masyarakat di sana lalai menghadapi pandemi.

    Kewaspadaan tidak bisa dipisahkan, katanya.

    Diakuinya, perekonomian saat pandemi harus terus berjalan. Namun, masyarakat harus selalu waspada dalam menjaga protokol kesehatan (prokes). Pasalnya, jika suatu kasus muncul, dampaknya akan berdampak pada berbagai sektor.

    “Rem dan gasnya harus seimbang. Rem Covid-19, irit gas,” ucapnya.

    Zen mencontohkan, saat ini objek wisata di Kabupaten Tasikmalaya tidak selalu buka. Pembukaan suatu objek wisata disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Menurutnya, ada saat-saat tertentu Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menutup objek wisata agar tidak ramai wisatawan.



    https://www.republika.co.id/berita/qtz6ge430/masyarakat-tasikmalaya-diminta-tak-lengah-hadapi-covid19