Mayoritas Penderita Wisma Atlet Tanpa Gejala dan Gejala Ringan

Tercatat jumlah pasien Wisma Atlet mendekati 1.600 orang atau meningkat 400 orang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rumah Sakit Gawat Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat mencatat jumlah penderita Covid-19 meningkat 400 orang dalam tiga hari terakhir atau meningkat menjadi 26,34 persen. Mayoritas yang menjalani perawatan medis di RS Gawat Darurat Wisma Atlet adalah pasien tanpa gejala hingga gejala ringan.

“Kasus Covid-19 mulai merangkak dan yang masuk ke RS Wisma Atlet juga mulai meningkat. Jika sebelumnya 21 persen maka per 23 April 2021 pukul 06.00 WIB tercatat jumlah pasien sudah mendekati 1.600 orang atau meningkat 400 orang yang positif dalam tiga hari terakhir, ”kata Koordinator Humas Rumah Sakit Darurat Covid-19, Wisma Atlet Letkol Laut (K), drg. M Arifin, saat konferensi virtual BNPB bertema “Don’t Be Careless, Covid-19 is Still Endemic”, Jumat (23/4).

Ia menambahkan, sebagian besar pasien yang masuk ke RS Gawat Darurat Wisma Atlet tidak menunjukkan gejala dan memiliki gejala ringan. Hanya sedikit yang masuk dengan gejala sedang. Sementara itu, pihaknya mencatat rentang usia pasien yang dirawat di RS Gawat Darurat Wisma Atlet sebagian besar berkisar antara 20 hingga 40 tahun. Sedangkan pasien yang berusia 50 tahun ke atas lebih sedikit.

“Meski demikian, dinamika ini masih berlangsung. Pasalnya jumlah pasien yang dirawat dalam tiga hari terakhir mengalami peningkatan,” ucapnya.

Arifin mengaku belum bisa memprediksi kemungkinan peningkatan pasien Covid-19 selama tiga hari ke depan. Meski demikian, pihaknya berharap pasien yang masuk ke RS Gawat Darurat Wisma Atlet tidak bertambah seperti libur Natal dan Tahun Baru beberapa waktu lalu.

Ia bercerita banyak sekali pasien yang dirawat di RS Gawat Darurat Wisma Atlet sehingga rumah sakit ini penuh. Akibatnya, pihaknya terpaksa mualaf menara 8 dan 9 Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

Padahal Rumah Atlet Pademangan biasa digunakan untuk karantina orang-orang yang datang dari luar negeri, katanya.




Source