Medan Perbolehkan Sholat Idul Adha dengan Prosedur Ketat

Jumlah jamaah tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara mengizinkan pelaksanaan salat Idul Adha 1442 Hijriyah di masjid-masjid, namun dengan syarat menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Bisa asalkan mengikuti protokol kesehatan,” kata Wali Kota Medan Bobby Nasution, Rabu (7/7).

Ia mengatakan, pelaksanaan salat Idul Adha di masjid-masjid harus dilakukan dengan pengawasan yang ketat, seperti pengecekan suhu tubuh, penyediaan fasilitas cuci tangan, dan pengaturan jarak antar warga yang ingin beribadah. Selain itu, pembatasan juga diberlakukan terhadap jumlah jamaah yang tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas masjid.

Ia meminta peran aktif aparat daerah, mulai dari tingkat camat hingga kepala lingkungan, untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan selama beribadah. “Ini sangat perlu disosialisasikan tentang penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Ia mengatakan aturan pelaksanaan protokol kesehatan ini tidak hanya berlaku untuk pelaksanaan salat Idul Adha, tetapi juga berlaku untuk ibadah lainnya. Sebab, menurut dia, masih ada beberapa tempat ibadah yang tidak memberlakukan protokol kesehatan selama pandemi.

“Harus ada kegiatan pembagian masker dalam kegiatan shalat berjamaah, dan jarak harus selalu diingatkan kepada BKM (Badan Kesejahteraan Masjid),” ujarnya.

sumber : Antara



https://www.republika.co.id/berita/qvvgav366/medan-bolehkan-sholat-idul-adha-dengan-prokes-ketat