Melanggar Aturan Karantina Covid-19, Pria di Filipina Meninggal Setelah Diduga Dihukum 300 Squat

    TRIBUNNEWS.COM – Seorang pria di Filipina dilaporkan meninggal setelah menjalani hukuman karena melanggar aturan karantina Covid-19.

    Dilaporkan BBCKeluarga pria itu mengatakan dia dijatuhi hukuman 300 squat oleh polisi.

    Darren Manaog Penaredondo diduga diserang polisi saat membeli air pada malam hari waktu setempat.

    Insiden itu terjadi di Kota General Trias, Provinsi Cavite, di Pulau Luzon Filipina, Kamis lalu.

    Darren jatuh pingsan keesokan harinya dan kemudian meninggal.

    Baca juga: 10 Tradisi Paskah di Berbagai Negara: Penyaliban di Filipina hingga Berburu Kelinci di Selandia Baru

    Baca juga: Dikritik karena Covid-19, Presiden Duterte meminta warga Filipina untuk bersabar: Jika mereka memiliki tongkat ajaib

    Seorang petugas kesehatan dari Pemerintah Filipina, mendisinfeksi sekolah menengah, di tengah kekhawatiran tentang penyebaran virus corona baru COVID-19, di Manila. Filipina, Senin (9/3/2020). (AFP / Maria TAN) *** Keterangan Lokal *** Seorang pegawai pemerintah mendisinfeksi sebuah sekolah menengah, di tengah kekhawatiran tentang penyebaran virus corona baru COVID-19, di Manila pada 9 Maret 2020. (Foto oleh Maria TAN / AFP ) (AFP / MARIA TAN)

    Provinsi Cavite saat ini dalam isolasi ketat untuk menangani penyebaran Covid-19.

    Provinsi memberlakukan jam malam dari jam 6 sore sampai jam 5 pagi.

    Salah satu kerabat Darren, Adrian Lucena mengumumkan kematian pria tersebut di halaman Facebook.

    Dia menjelaskan, Darren dan beberapa orang lainnya melanggar jam malam.

    Oleh karena itu, petugas memvonis mereka melakukan 100 squat dalam waktu bersamaan.




    Source