Memanfaatkan Digital, Penerimaan Wakaf Rumah Zakat Meningkat

Rumah Zakat ingin menjadi lembaga filantropi berbasis digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Utama Rumah Zakat Nur Efendi mengatakan sejak tahun 2020 pihaknya telah melakukan transformasi menuju filantropi digital dunia. Rumah Zakat ingin menjadi lembaga filantropi berbasis digital dengan harapan kedepannya bisa menjadi pemain di dunia dan berstandar global.

“Beberapa tindakan kami lakukan, selain perubahan pola pikir dan digitalisasi proses internal, kami juga hadir model baru. Kami mengadopsi model atau metode baru dengan menyesuaikan prosesnya secara digital, ”ujarnya saat dihubungi Republika, Minggu (11/4).

Terkait wakaf, beberapa waktu lalu Rumah Zakat telah merilis a peron yang diberi nama Waqf.id. Hal tersebut dilakukan agar memudahkan masyarakat dalam berdonasi wakaf dimanapun dan kapanpun.

Komunitas itu disebut hanya memiliki akses Waqf.id, dan semua proses donasi wakaf dapat dengan mudah dilakukan. Adanya platform digital Ini juga salah satu cara untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat Gerakan Nasional Wakaf Tunai.

Lebih lanjut Nur Efendi mengatakan pada triwulan I 2021 wakaf mengalami peningkatan sebesar 106 persen. Artinya pemahaman masyarakat tentang wakaf semakin baik dan banyak yang mulai melihat manfaat dari program wakaf ini.

“Ada banyak portofolio program wakaf. Ada yang berubah menjadi taman, madrasah, klinik, sekolah dan masjid. nyata dampak dan manfaat wakaf. Sekarang pun wakaf bisa dilakukan dengan mudah, ” dia berkata.

Waqf.id Hal inilah yang diyakini menjadi salah satu kekuatan dari tumbuhnya wakaf yang ada. Adanya peron Hal ini bermanfaat tidak hanya sebagai media pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan wakaf uang nasional.

Terkait potensi wakaf di bulan Ramadhan, menurutnya ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk berbondong-bondong beribadah, baik langsung kepada Allah SWT maupun kepada sesama. Secara historis, transaksi selama Ramadhan bisa meningkat 4-5 kali lipat dibanding donasi biasa.

“Wakaf menurut saya juga akan mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Kalau di luar Ramadhan pertumbuhannya 106 persen, apalagi saat Ramadhan?” dia berkata.

Nur Efendi yakin pertumbuhan wakaf di bulan Ramadhan bisa tumbuh lebih baik. Berdasarkan rata-rata nasional, wakaf bisa tumbuh antara 30-40 persen.




Source