Memata-matai Karyawan, Ikea France didenda Rp 18,59 miliar

    Tak hanya memata-matai karyawan, Ikea France juga memata-matai pelanggan.

    REPUBLIKA.CO.ID, PARIS — Pengadilan Prancis menjatuhkan denda kepada Ikea sebesar US$1,3 juta atau setara dengan Rp. 18,59 miliar (kurs Rp 14.300 per dolar AS). Raksasa furnitur telah didenda karena memata-matai perwakilan serikat pekerja, karyawan, dan beberapa pelanggannya.

    Dua mantan eksekutif Ikea Prancis dihukum dan didenda atas skema tersebut dan diberi hukuman penjara yang ditangguhkan. Di antara 13 terdakwa lainnya dalam persidangan tingkat tinggi, beberapa dibebaskan dan yang lainnya diberi hukuman percobaan.

    Mantan karyawan Ikea Adel Amara, yang membantu mengungkap kesalahan tersebut, menyebut keputusan itu sebagai langkah besar dalam membela warga. “Saya senang ada keadilan di Prancis,” kata Amara seperti dikutip AP, Selasa (15/6).

    Sebuah panel hakim di pengadilan Versailles menemukan bahwa antara 2009 dan 2012, anak perusahaan Ikea di Prancis menggunakan spionase untuk memantau jajaran karyawannya yang kritis dan sering bermasalah.

    Ikea France dihukum karena menerima data pribadi yang diperoleh melalui cara penipuan. Namun, Ikea membantah tuduhan tersebut.

    Selain denda, Ikea juga harus membayar biaya ganti rugi sebesar US$ 121.225 atau sekitar Rp 1,7 miliar.

    Saat ini, Ikea juga menghadapi gugatan perdata terpisah yang diajukan oleh serikat pekerja dan 74 karyawannya. Anak perusahaan Ikea di Prancis mempekerjakan lebih dari 10.000 orang di 34 toko, situs web perdagangan elektronik, dan pusat dukungan pelanggan.

    Pengacara Ikea Prancis, Emmanuel Daoud, mengatakan perusahaan belum memutuskan apakah akan mengajukan banding. Menurutnya, kasus tersebut tidak memiliki bukti yang cukup kuat.

    sumber : AP



    https://www.republika.co.id/berita/quruma383/matamatai-karyawan-ikea-prancis-didenda-rp-1859-miliar