Men Tikam Lima Jamaah, Imam Masjid Berharap Bukan Teroris

Nikolli masuk masjid setelah sholat isya dan menikam lima pria berusia 22-35 tahun. Semua korban segera dibawa ke rumah sakit setempat dengan luka yang tidak mengancam jiwa.

Polisi belum mengidentifikasi motif di balik serangan itu karena Direktorat Anti-Teror Albania masih menyelidiki insiden tersebut. “Kami berharap ini bukan serangan teroris,” kata Imam Masjid Dine Hoxha, Ahmed Kalaja. Maroko Berita Dunia pada Rabu (21/4).

Menurut pihak berwenang Tirana, satu korban sedang menjalani operasi pada perutnya. Sementara itu, pihak rumah sakit telah memulangkan empat korban lainnya.

Dalam keterangannya kepada media lokal Balkanweb, ayah tersangka menyatakan bahwa Nikolli mengalami depresi akibat kehilangan kesempatan akibat pandemi Covid-19. Di sisi lain, ayah Nikolli adalah seorang Katolik, dan ibunya seorang Muslim yang mungkin dipertimbangkan ketika mengidentifikasi motifnya.

Setelah polisi menangkap Nikolli, dia berseru, “Semua Muslim harus dihukum”. Hal ini memicu wacana publik tentang kebangkitan Islamofobia secara global.

Albania memiliki sejarah agama yang unik. Sebelumnya Perdana Menteri (PM) Enver Hoxha secara resmi melarang semua agama pada tahun 1976. Ini menjadikan Albania negara ateis pertama di dunia. Hoxha memerintahkan semua tempat ibadah dihancurkan atau digunakan kembali dan anggota ulama dari semua agama dipenjara atau dibunuh.

Selanjutnya pada tahun 1990, praktik keagamaan terus berlanjut dan pengikutnya yang sebagian besar beragama Islam dan Kristen memantapkan diri sebagai populasi mayoritas.

Saat ini, Islam Sunni adalah agama mayoritas di Albania. Sebanyak 80 persen dari populasi mengidentifikasi sebagai Muslim. Sementara itu, Kristen merupakan demografi terbesar kedua dengan 18 persen populasi.

Islamofobia sedang meningkat di seluruh dunia ketika serangan masjid terjadi di Albania. Ini mengikuti serangkaian kejahatan rasial terhadap Muslim di Prancis. Penghancuran masjid di Rennes, Prancis dan serangan publik lainnya terhadap Muslim di seluruh Eropa menggemakan pesan yang sama dengan penikaman di Albania.

Di sisi lain, Albania mengajukan tawarannya untuk bergabung dengan Uni Eropa (UE) pada 2009. Dan setelah menengahi pembicaraan damai baru-baru ini dengan Republik Makedonia Utara, Albania akan segera menjadi satu-satunya anggota mayoritas Muslim di UE.




Source