Menag Desak Seluruh Elemen Masyarakat Perketat Prokes

Menag imbau masyarakat perketat protokol kesehatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kasus aktif Covid-19 di Indonesia mengalami tren kenaikan dalam sebulan terakhir.

Bahkan hari ini, jumlah positif Covid-19 melonjak menjadi 13.737. Oleh karena itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau jajarannya dan masyarakat untuk memperketat penerapan protokol kesehatan (Prokes).

“Kementerian Agama harus menjadi contoh dalam menerapkan protokol kesehatan. Ini bagian dari kontribusi kita dalam menekan angka keterpaparan Covid-19 dan tentunya ini bagian dari tugas kemanusiaan kita,” kata Yaqut dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Minggu (20/6).

“Berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 setempat. Laksanakan skema bekerja dari kantor (bekerja dari kantor) dan bekerja dari rumah (bekerja dari rumah) sesuai kondisi setempat,” tambahnya.

Menurut Yaqut, setidaknya ada lima hal yang harus tetap diterapkan secara disiplin, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari keramaian, dan mengurangi mobilitas (5M). Karena itu, ia meminta jajarannya untuk mengundang tokoh masyarakat juga.

“Ajak tokoh masyarakat setempat untuk bersama-sama memperketat pelaksanaan prosedur kesehatan. Ajak pengelola rumah ibadah untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, Yaqut juga mengingatkan instruksi Nomor 01 Tahun 2021 tentang Gerakan Sosialisasi Pelaksanaan Protokol Kesehatan (5M) yang terbit pada Februari 2021.

Instruksi ini ditujukan kepada tujuh pihak, yaitu Pejabat Pelaksana Sekolah Menengah Pertama dan Pratama, Rektor/Ketua PTN, Kepala Kanwil Provinsi dan Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala Madrasah, Kepala KUA, Penasihat Agama, dan seluruh Negara. Aparatur Sipil Kementerian Agama.

Secara umum, instruksi ini meminta ASN Kemenag untuk menjadi contoh dalam menerapkan 5M dalam setiap kegiatan di kantor maupun di luar kantor.

Selain itu, ASN harus aktif dalam sosialisasi dan penerapan disiplin protokol kesehatan di unit kerjanya, termasuk dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat. ASN Kemenag juga diminta meminimalisir kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar.

“Instruksi lainnya terkait kewajiban para pihak untuk melaporkan secara berkala mengenai kemajuan gerakan sosialisasi penerapan protokol kesehatan (5 M) kepada Tim Tanggap Darurat Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kementerian. Agama Republik Indonesia melalui website: lapor5m.kemenag.go.id. Laporan berupa foto atau video,” kata Yaqut.

Instruksi Menteri Agama ini melengkapi sejumlah ketentuan dan pedoman dalam penyelenggaraan ibadah di masa pandemi yang telah dikeluarkan sebelumnya oleh Kementerian Agama.

Ketentuan tersebut antara lain pelaksanaan ibadah di tempat ibadah, serta pembelajaran di lembaga pendidikan agama dan agama selama masa pandemi.

“Semua ketentuan prokes yang dikeluarkan sebelumnya masih berlaku. Padahal, implementasinya harus ditingkatkan dan diperkuat melalui koordinasi dan pelaporan,” jelasnya.

“Semoga upaya ini dapat dilakukan secara maksimal dan Indonesia tetap terjaga dan segera terbebas dari Covid-19,” ujar Yaqut.



https://www.republika.co.id/berita/qv0aua320/menag-imbau-segenap-eleman-masyarakat-perketat-prokes