Menaker Terbitkan Surat Edaran Pemberian THR, Ini Syaratnya

    Laporan Jurnalis Tribunnews Taufik Ismail

    TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor M / 6 / HK.04 / IV / 2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja / Buruh di Perusahaan.

    Surat Edaran yang ditandatangani pada 12 April 2021 itu ditujukan kepada gubernur seluruh Indonesia.

    “Pemberian THR religius merupakan kewajiban yang harus dilakukan pengusaha kepada pekerja / buruh.

    Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja / buruh merupakan upaya pemenuhan kebutuhan pekerja / buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

    Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentunya dapat merangsang konsumsi masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi, ”kata Menteri Tenaga Kerja, dikutip dari Setkab.go.id, Senin (12/4/2021).

    Baca juga: THR 2021 harus dibayar penuh dan tepat waktu, bagaimana nasib perusahaan yang terkena pandemi?

    Dalam surat edarannya, Menteri Ketenagakerjaan menyatakan bahwa penerapan SE THR didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja / Buruh di Perusahaan. . Ia meminta perusahaan membayar THR Keagamaan selambat-lambatnya 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

    “Saya tegaskan, THR Religius harus dibayarkan selambat-lambatnya 7 hari sebelum hari raya keagamaan pekerja / buruh yang bersangkutan,” ujarnya.

    Adapun pelaksanaannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja / buruh yang telah bekerja satu bulan atau lebih secara terus menerus.

    THR keagamaan juga diberikan kepada pekerja / buruh yang memiliki hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja yang tidak ditentukan atau perjanjian kerja waktu tetap.




    Source