Meneroka Peran Ganda Perempuan di Masa Pandemi

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Perlahan namun pasti Kabupaten Sumbawa berhasil keluar dari zona merah pandemi covid 19 menuju zona kuning dan bahkan beberapa waktu kedepan apabila semua patuh dengan protokol kesehatan maka akan mampu menjadi zona hijau artinya bebas dari pandemi covid 19 dan masyarakat akan merasakan era normal baru.

Mengambil hikmah dari pandemi, sangat bijak jika kita meneroka (menjelajah) peran ganda perempuan harus bekerja sekaligus menjadi ibu rumah tangga merupakan tantangan besar bagi perempuan selama kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB). Hal ini dirasakan betul oleh anggota komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa Ida Rahayu SAP yang disampaikan kepada Gaung NTB beberapa waktu lalu.

Menurutnya, beban ganda merupakan salah satu dari 6 isu utama sekaligus dampak yang dirasakan perempuan dalam situasi pandemi Covid-19.

Disebutkan, beban ganda perempuan menjadi lebih besar dengan adanya kebijakan bekerja dan belajar dari rumah. Selain itu, resiko perempuan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual juga lebih tinggi. Ada juga dampak terhadap pekerja perempuan yang mengalami PHK atau di rumahkan, perempuan pekerja migran (BMI)yang harus bertahan diluar negeri, pekerja medis perempuan yang lebih banyak menghabiskan waktu menyembuhkan pasien positif covid 19 dan meninggalkan keluarga demi tugas mulia, pelaku usaha mikro dan menengah, jurnalis, guru dan berbagai profesi perempuan lainnya merasakan dampaknya.

“Perempuan harus bekerja diluar rumah karena persoalan ekonomi, kalau kita tidak bekerja maka kehidupan rumah tangga akan mengalami banyak persoalan karena kita tidak bisa mengakses kebutuhan makanan, tentu sangat mulia ketika perempuan membantu suami mencari nafkah” sebutnya.

Sedangkan perempuan tetap harus memastikan keluarganya mendapatkan makanan yang bergizi. Mereka juga tetap harus memastikan anak-anaknya yang belajar di rumah tetap mendapatkan pendampingan serta memastikan anak-anak dan seluruh anggota keluarganya tetap berada di rumah dan membuat suasana nyaman.

Lebih jauh sambungnya, situasi pandemi Covid-19 semakin menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran sangat besar di dalam keluarga.

“Pesan saya kepada para perempuan tetaplah kuat dalam menjalani segala tantangan kehidupan, termasuk harus kuat menerima dampak dari pandemi ini disemua lini kehidupan” harap Ida Rahayu.

Sementara itu, Psikolog RSUD Sumbawa Ilmiyati Zain MPsi juga menyampaikan pendapatnya tentang peran ganda perempuan dimasa pandemi, dimana selain memiliki tugas sebagai ibu rumah tangga, perempuan juga harus mendampingi anaknya saat belajar dari rumah.

“Diharapkan kepada para ibu untuk sabar dalam mendidik anak dan membantu anak belajar dari rumah, pandemi ini sangat memberikan pembelajaran terbaik kepada semua perempuan bahwa mereka bisa mengerjakan berbagai profesi dalam waktu yang bersamaan salah satunya ya menjadi guru atau tutor anak selama belajar dari rumah tinggal sekarang ini kita menikmatinya, jangan merasa terbebani karena ini saatnya kita menghabiskan momen berharga kita lebih banyak dengan keluarga tercinta, kita dapat mengenal lebih banyak tentang emosional anak maka habiskan waktu dengan bercerita dan makan bersama” demikian tutup Ilmiyati. (Gks)