Mengabaikan Protokol Kesehatan Picu Lonjakan Covid di Riau

PPKM dinilai tidak efektif.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU – Gubernur Riau Syamsuar menyatakan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di wilayahnya sejak April 2021 dipicu oleh pengabaian protokol kesehatan. Tak hanya itu, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ternyata tidak efektif.

“Ini karena dibukanya tempat makan, tempat minum, yang dimanfaatkan pemiliknya untuk meraup untung dengan mengabaikan tata tertib kesehatan. Padahal, tata tertib kesehatan harus diterapkan secara tegas,” kata Syamsuar di Pekanbaru, Senin.

Gubernur melihat kafe dan restoran sebagai salah satu tempat yang berisiko tinggi tertular virus corona karena pada masa puasa dan malam hari penerimaan pengunjung melebihi batas kapasitas ruang 50 persen. “Hanya 50 persen yang diperbolehkan,” katanya.

Gubernur juga mengatakan, PPKM yang diterapkan di beberapa kabupaten dan kota belum menunjukkan dampak yang signifikan terhadap penurunan kasus penularan COVID-19. “PPKM sudah dilakukan, tapi belum ada yang menunjukkan tren positif. Jumlahnya (kasus baru) juga masih meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan, pengawasan di pintu masuk lintas kota dan provinsi mulai kendor. “Penyumbatan yang sudah dilakukan sudah berjalan dengan baik di 58 penyumbatan antar kota dan provinsi. Melihat laporan, pengetatan mulai mengendur, sedikit yang diberi sanksi. Baik kembali ke tempatnya, karena tidak membawa Covid-19. gratis atau tidak sesuai dengan program, ”ujarnya.

Gubernur meminta aparat keamanan mengintensifkan kegiatan penegakan protokol kesehatan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. Kapolda mengatakan polisi akan menggunakan Perda No. 4/2020 untuk menegakkan protokol kesehatan. “Sekarang saatnya penegakan prokes lebih ketat dengan peraturan daerah, sehingga berdampak jera,” ujarnya.

Menurut data Dinas Kesehatan, selama April 2021 jumlah kasus Covid-19 di wilayah Riau meningkat menjadi 9.500, peningkatan terbesar yang terjadi sejak awal pandemi.

sumber: Antara




Source