Mengapa Sabar dengan Pencobaan dan Pencobaan Bagian dari Iman?

    Kesulitan dan cobaan adalah cara Allah mendekatkanku kepada-Nya

    REPUBLIKA.CO.ID, – Allah SWT tidak hanya memberikan kenikmatan dunia kepada orang yang beriman tetapi juga kesulitan atau bala berupa musibah, penyakit, kekurangan harta, dan anak.

    لَنَبْلُوَنَّكُمْ الْخَوْفِ الْجُوعِ الْأَمْوَالِ الْأَنْفُسِ الثَّمَرَاتِ الصَّابِرِينَ.الَّذِينَ ا ابَتْهُمْ الُوا ا لِلَّهِ ا لَيْهِ اجِعُونَ لَٰئِكَ لَيْهِمْ لَوَاتٌ لَٰئِكَ الْمُهْتَدُونَ

    “Dan sesungguhnya Kami akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang ketika ditimpa musibah berkata:Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Mereka itulah yang menerima ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS Al Baqarah 155-157)

    Salah satu tujuan penderitaan adalah untuk menunjukkan kekuatan iman, kekuatan ini yang diwujudkan dalam nilai kesabaran dan pahala. Seperti halnya seorang mukmin, dengan kesabarannya dalam menghadapi penderitaan, telah meyakini rukun iman.

    الله، لائكته، له، اليوم الآخر، القدر “Iman adalah bahwa kamu beriman (percaya) kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, Hari Akhir, dan kamu beriman kepada takdir Allah, baik dan buruk.”

    Di antara rukun iman, iman kepada takdir Allah adalah yang terbaik dari mereka. Dan makna keyakinan akan takdir, keyakinan seorang mukmin bahwa apapun yang terjadi di alam semesta ini, baik atau buruk, terjadi sesuai dengan kehendak Allah SWT.

    Keyakinan inilah yang menguatkan tekad seorang mukmin untuk menghadapi musibah, agar tidak panik jika terjadi bencana.

    Hal ini karena dia tahu betul bahwa Allah tidak menetapkan apa pun kecuali kebaikan untuk hamba-hamba-Nya, dan tahu persis bahwa apa yang menimpanya tidak untuk disalahkan, dan apa yang salah tidak menimpanya, dan dia tahu persis bahwa itu ada di Tangannya. pembuka bala dan penolak bala yaitu Allah SWT.

    Untuk itu Allah SWT memberikan petunjuk dengan selalu berdoa kepada-Nya agar dihindarkan atau dimudahkan dalam menjalani ujian. Seperti doa Nabi Ayub yang diajarkan oleh Nabi. Dalam Surah Al Anbiya ayat 83-84:

    ادَىٰ الضُّرُّ الرَّاحِمِينَ.فَاسْتَجَبْنَا لَهُ ا ا ا لَهُ لَهُمْ ا لِلْعَابِدِينَ

    “Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa suatu penyakit, padahal Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang. Maka Kami kabulkan (doanya) dan Kami hilangkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami gandakan jumlah mereka) sebagai rahmat dari Kami, dan sebagai peringatan bagi semua orang yang menyembah Kami.”

    Sumber: aluka



    https://www.republika.co.id/berita/qup68g320/mengapa-sabar-hadapi-bala-dan-cobaan-bagian-dari-iman