Mengatasi Dampak Kolaborasi Industri Pandemi Dibutuhkan

    semua pihak dan pelaku usaha diharapkan dapat bekerja sama satu sama lain.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dampak pandemi Covid-19 telah mengubah lanskap industri dan perekonomian nasional. Untuk itu perlu adanya dukungan dari semua pihak dan pelaku usaha agar dapat bekerja sama.

    “Dampak yang dialami masing-masing industri berbeda, sehingga memerlukan penanganan dan stimulus ekonomi yang berbeda. Di sinilah dibutuhkan kerjasama dengan asosiasi,” kata Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Pengembangan Wirausaha Nasional, Arsjad Rasjid, dalam sambutannya. pernyataan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (10/4).

    Arsjad menyadari beberapa industri mengalami kontraksi akibat penurunan permintaan. Keadaan ini terjadi pada industri transportasi dan akomodasi, perdagangan dan manufaktur.

    Di sisi lain, industri kesehatan dan pertanian sebenarnya sudah mampu meningkatkan produksinya saat pandemi Covid-19. Pertumbuhan pertanian didorong oleh peningkatan produksi terutama tanaman pangan dan sayuran, kata Arsjad.

    Mengenai pentingnya kerjasama ini, Arsjad yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Kadin 2021-2026 berusaha menyerap permasalahan yang menimpa pengusaha. Hadir pula perwakilan dari pemerintah dalam sidang dengar pendapat seperti Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, ekonom senior M Chatib Basri, serta deputi virtual Bidang Kebijakan Ekonomi. Dukungan dan Daya Saing Sekretariat Presiden Ahmad Erani Yustika.

    “Pandemi ini telah mengubah lanskap industri kita. Hampir 30 juta pekerja di Indonesia terkena pandemi. Jadi sekali lagi diperlukan kolaborasi untuk mengeluarkan kita dari dampak ini,” kata Arsjad.




    Source