Mengenal EWS di TV Digital, Fitur yang Memperkuat Saluran Komunikasi dalam Bencana

    TRIBUNNEWS.COM – Saklar siaran TV analog ke TV Digital menghadirkan lebih dari sekadar gambar yang bersih, suara yang jernih, dan teknologi tercanggih.

    Adanya penataan kembali frekuensi yang juga merupakan peluang untuk membangun sistem informasi kebencanaan. Frekuensi penghematan yang dihasilkan dari peralihan ke siaran TV Digital, sebagian dialokasikan untuk komunikasi bencana.

    Pemerintah menegaskan bahwa Sistem Peringatan Dini Bencana atau Sistem peringatan dini (EWS) harus tertanam dalam sistem penyiaran TV Digital, baik di perangkat maupun di sistem komunikasi. Saat ini, fitur EWS sedang dalam tahap persiapan. Saat penghentian siaran TV Analog berlaku secara nasional yakni 2 November 2022, diharapkan EWS segera menyala.

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kini telah menjadi pusat data penyebarluasan informasi kebencanaan dan pendistribusiannya melalui sistem telekomunikasi yaitu SMS blast. Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur Pengembangan Broadband Kementerian Komunikasi dan Informatika, Marvels Situmorang dalam webinar bertema “Bencana di Era TV Digital”, Rabu (25/8/2021).

    “Dalam siaran TV Digital ini, diseminasi juga akan dikembangkan melalui lembaga penyiaran, melalui Internet Service Provider, atau saluran media sosial,” kata Marvels.

    Arahnya, EWS memberikan informasi awal pada pesawat televisi di rumah tentang bencana. Hal ini untuk meminimalisir jatuhnya korban. “Sesuai namanya, masyarakat bisa waspada atau bersiap, menghindar atau menyelamatkan diri, sehingga korban jiwa bisa diminimalisir,” jelas Marvels dalam acara tersebut.

    Wakil Ketua Bidang Peraturan Pemerintah Gabungan Pengusaha Elektronik Indonesia (Gabel), Joegianto menyatakan dukungannya terhadap keberadaan EWS. “Kami sangat mengapresiasi langkah-langkah untuk melaksanakan EWS.

    Fitur ini juga menjadi persyaratan dasar dalam sertifikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika. Industri ini sangat sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika,” kata Joegianto.

    Fitur EWS di STB atau TV Digital dapat memperkuat saluran komunikasi. Salah satu infrastruktur yang lumpuh saat terjadi bencana adalah telekomunikasi. Keberadaan EWS melengkapi berbagai sarana komunikasi yang ada.

    Dekan Business School Program Sarjana Binus University, Hardijanto Saroso mengatakan dalam acara tersebut EWS sangat kompleks. “STB EWS yang ada merupakan bagian dari sistem komunikasi dan informasi. Sistem ini terhubung ke banyak peralatan, satelit sensor tertanam atau mengambang, GPS. Informasi berharga (EWS) ini mampu mempersiapkan keluarga agar tidak terjebak kepanikan dan memberikan pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

    Saat sistem EWS dibangun, masyarakat perlu memperhatikan saat pertama kali menyetel perangkat penyiaran TV Digital, baik itu STB maupun TV Digital.

    Salah satunya, Anda harus memasukkan kode pos. Pengisian kode pos itu penting, karena nantinya sinyal EWS akan dikirim berdasarkan lokasi perangkat digital yang terdeteksi dari kode pos. EWS hanya mengirimkan sinyal peringatan ke area tertentu berdasarkan lokasi bencana dan area yang terkena dampak.

    Fitur EWS sangat berguna dan penting. Hal ini hanya bisa terwujud jika orang segera beralih ke TV Digital. “Penghentian siaran TV analog akan segera dilaksanakan. Ada tiga tahap. Tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, tahap ketiga atau terakhir 2 November 2022. Ayo siap-siap,” jelas Marvel.

    Silakan lihat di TV kami, jika Anda sudah memiliki kemampuan siaran digital, lakukan pencarian. Jika belum, Anda tidak perlu menunggu bantuan pemerintah, Anda bisa mulai membeli STB dan mulai memasangnya agar kita bisa menikmati siaran TV Digital. (Tim Komunikasi dan Edukasi Masyarakat Migrasi TV Digital, Kemenkominfo).



    https://www.tribunnews.com/kominfo/2021/08/28/mengenal-ews-di-tv-digital-fitur-yang-perkuat-saluran-komunikasi-kala-bencana