Mensos: Korban Bencana di NTT Tidur Menggunakan Matras Dasar Bercampur Lumpur

Laporan reporter Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Korban Badai Tropis Seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini kekurangan makanan siap makan, makanan anak, perlengkapan tidur, selimut dan pakaian.

Hal itu diungkapkan Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

“Kita berharap kalau pun kita kirim makanan bisa jadi makanan olahan, lalu pakaian, kasur lipat, lalu makanan anak-anak, biskuit. Menurut saya akan sangat bermanfaat,” kata Risma.

Sebagian besar pengungsi di sejumlah kabupaten yang terdampak badai Tropis Seroja yang melanda NTT beberapa hari terakhir ini merupakan korban banjir bandang.

Korban banjir bandang, kata Risma, sangat membutuhkan bantuan berupa alas tidur.

Baca juga: Jalan rusak dan jembatan roboh, sejumlah desa dan kecamatan di NTT kini terisolir

“Rata-rata mereka terkena banjir bandang, jadi butuh tempat tidur dan sebagainya,” kata Risma.

Baca juga: UPDATE Terkini Korban Bencana Banjir Bandang di NTT: 84 Orang Meninggal Dunia, 103 Orang Hilang

Risma menuturkan, selama ini para pengungsi yang menjadi korban bencana Tropis Seroja hanya tidur menggunakan tikar seadanya yang sudah bercampur lumpur.

“Selama ini mereka pakai seadanya (tikar), itupun tercampur lumpur,” kata Risma.

Selama ini Kementerian Sosial sebetulnya memberikan bantuan berupa alas tidur. Namun, kata Risma, basis yang diberikan Kementerian Sosial masih kurang.

“Padahal kemarin kita juga bawa baju dan selimut serta kasur. Tapi menurut saya masih kurang, karena kita juga ada keterbatasannya sehingga kita harus menyisakan beberapa barang kita karena tidak muat untuk membawa semuanya,” pungkasnya. .




Source