Menteri Agama Larang Kegiatan Takbir Jelajah Idul Fitri

    Laporan Jurnalis Tribunnews Taufik Ismail

    TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menegaskan, pemerintah melarang para takbir berpergian menyambut Idul Fitri 2021.

    Menurut Gus Yaqut, kegiatan takbiran hanya dilakukan di masjid, tanpa harus berkeliling.

    “Kami tidak mengizinkan bepergian takbir, mohon takbir di masjid atau mushola agar sekali lagi melindungi kita semua dari penularan Covid-19,” kata Menag usai rapat terbatas dengan Presiden, Senin (19/2). / 4/2021).

    Menurut Menteri Agama, kegiatan takbiran di masjid harus sesuai dengan aturan kesehatan, yakni 50 persen dari kapasitas masjid atau masjid.

    Baca juga: Menteri Agama: Mudik paling legal untuk sunat, sementara menjaga kesehatan itu wajib

    Menurut Menteri Agama, larangan bepergian takbir untuk mencegah penularan Covid-19. Aktivitas takbir travelling bisa memicu keramaian yang bisa meningkatkan risiko penularan virus Corona atau SARS-CoV-2.

    “Kita tahu malam takbir ini bila dilakukan di beberapa daerah seperti berkeliling akan berpotensi menimbulkan keramaian dan ini akan membuka peluang penularan Covid-19. Oleh karena itu kita juga melakukan pembatasan kegiatan takbir,” ujarnya. .

    Baca juga: Roadmap Uji Publik Kementerian Agama untuk Kemandirian Pesantren

    Pemerintah menyatakan, Menteri Agama akan terus berupaya mencegah peningkatan kasus Covid-19 dengan tidak membatasi aktivitas masyarakat untuk beribadah. Karena ibadah sunnah seperti tarawih dan itikaf di masjid masih diperbolehkan dengan batasan kapasitas.

    “Itu hanya bisa dilakukan di zona hijau dan kuning. Untuk zona merah atau oranye tidak ada pelonggaran, kami tidak akan memberikan pelonggaran apapun,” pungkasnya.




    Source