Menteri PPPA Ikut Bicara Soal Sinetron Suara Hati Istri: Zahra, Sebut Melanggar Hak Anak

Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sinetron ‘Suara Hati Istri: Zahra’ yang ditayangkan televisi Indosiar mendapat perhatian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Kementerian PPPA menegaskan hal itu merupakan bentuk pelanggaran hak anak di mana anak berusia 15 tahun diberi peran sebagai istri ketiga dan berpoligami.

Materi atau isi suatu acara, sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3&SPS), harus mendukung pemerintah dalam upaya pemenuhan hak anak dan demi kepentingan terbaik anak.

Baca juga: Sinetron Suara Hati Istri Dikritik, Pemeran Zahra Berusia 15 Tahun Akan Digantikan

Baca juga: Tanggapan KPI Terhadap Peran Anak 15 Tahun Sebagai Istri Ketiga di Sinetron Zahra

Pemerintah saat ini sedang berjuang untuk mencegah pernikahan anak, sehingga setiap media dalam memproduksi produk apapun yang melibatkan anak, harus tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip perlindungan anak yang melandasi semua upaya perlindungan anak.

“Setiap konten yang disiarkan oleh media penyiaran seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi hiburan, tetapi juga harus memberikan informasi, mendidik, dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak. Setiap tayangan harus ramah anak dan melindungi anak,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga dalam keterangannya, Kamis (3/6/2021).

Tanggapan KPI Atas Polemik Sinetron Suara Hati Istri: Zahra (Kolase Tribunnews (Indonsiar Instagram dan KPI Pusat))

Menteri Bintang menegaskan, setiap program yang disiarkan media elektronik seperti televisi harus mendukung program pemerintah dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan pernikahan anak.

Juga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pencegahan kekerasan seksual, dan pendidikan pola asuh yang benar.

Orang tua aktor juga harus bijak dalam memilih peran yang tepat dan selektif menyetujui peran yang akan dimainkan anaknya.

“Sangat disayangkan sinetron tersebut tidak memperhatikan prinsip pemenuhan hak anak dan perlindungan anak.



https://www.tribunnews.com/seleb/2021/06/03/menteri-pppa-ikut-bicara-soal-sinetron-suara-hati-istri-zahra-sebut-melanggar-hak-anak