Menteri PPPA Kutuk Penyerangan Tenaga Kesehatan dan Guru di Papua

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengutuk penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru di Kecamatan Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata Papua (KKB).

    Dalam rangka perlindungan dan pemenuhan hak perempuan korban kekerasan dalam peristiwa penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru, Kementerian PPPA akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan bantuan psikologis, hukum, dan reintegrasi.

    “Saya bersama jajaran Kementerian PPPA menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya pahlawan kemanusiaan Gabriella Meilani serta berpulangnya Gerald Sokoy yang telah mengabdikan hidupnya untuk mengabdi kepada masyarakat terpencil di Papua. Khususnya di Kabupaten Pengunungan Bintang,” kata Menteri Bintang, Senin (20/20/2020). 9/2021).

    Ia mengatakan masyarakat, khususnya perempuan dan anak sebagai kelompok rentan, harus mendapat perlindungan dan pemenuhan hak untuk dapat hidup aman, bebas dari segala tindak kekerasan, apalagi sampai merenggut nyawanya.

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, dalam webinar bertajuk Perempuan Kebanggaan Indonesia, Perempuan Wirausaha, Senin (8/3/2021). (mengambil rapat zoom)

    “Karena tidak boleh ada toleransi sedikitpun terhadap segala bentuk kekerasan dan kita harus bebas dari segala bentuk diskriminasi,” imbuhnya.

    Baca juga: Komisi IX Desak Pemerintah Selidiki Kematian Nakes Gabriella Meilani di Papua

    Hal ini juga tertuang dalam prinsip The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW) yang merupakan perlindungan dan penegakan hak-hak perempuan yang paling komprehensif, dan sangat penting karena telah menjadikan aspek kemanusiaan perempuan sebagai fokus masalah hak asasi manusia.

    Bintang menegaskan, negara berkewajiban melindungi warga Papua agar bisa hidup normal, tanpa dibayangi teror dan ketakutan.

    Ketika Papua kembali damai dan kondusif, pemerintah akan bisa melanjutkan pembangunan dengan tenang.

    “Hukum harus ditegakkan untuk menghentikan tindakan yang tidak manusiawi dan melanggar hak asasi manusia,” katanya.

    Diketahui pada Senin 13 April 2021. Tragedi pembakaran Puskesmas Kiwirok yang dilakukan KKB mengakibatkan meninggalnya Gabriela Meilan, seorang tenaga kesehatan berusia 22 tahun.

    Kejadian tersebut memang memilukan, apalagi saat para petugas kesehatan sedang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.



    https://www.tribunnews.com/nasional/2021/09/20/menteri-pppa-kecam-penyerangan-nakes-dan-guru-di-papua