Menteri PUPR: Belanja Uang Negara Harus Tepat Sasaran

Masih ada sejumlah proyek yang belum optimal akibat komitmen daerah yang lemah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan belanja negara harus tepat sasaran. Basuki menilai akuntabilitas tercermin dari mekanisme perencanaan program dan sistem penganggaran.

Mulai dari RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah), hingga Renstra (Renstra), bahkan Rakorgub (Rapat Koordinasi Gubernur) pun masuk dalam bahan diskusi jamaah. Hal ini menunjukkan keterbukaan kita, tidak hanya untuk menyerap aspirasi daerah tetapi juga untuk mensinergikan program pemerintah pusat dengan provinsi, ”kata Basuki saat menutup secara resmi Kementerian Permusyawaratan Daerah (Konreg) Kementerian PUPR 2021, Kamis (8/4).

Basuki menjelaskan, sejumlah persoalan yang mengemuka di jemaah yang sudah berjalan sejak 15 Maret 2021 itu antara lain konektivitas dan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan, ketahanan pangan, dan ketahanan bencana. Selain itu, terdapat paket pekerjaan yang belum dimanfaatkan secara optimal akibat lemahnya komitmen daerah terhadap pemanfaatan dan pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun.

Artinya ada program yang tidak sesuai. Kalau pemerintah daerah tidak berkomitmen untuk menggunakan dan memelihara, pindahkan saja. Masih banyak bidang lain yang lebih membutuhkan dan komitmen. Ini uang negara yang harus dipergunakan secara bertanggung jawab, Basuki menjelaskan.

Terkait hal itu, Basuki memastikan Kementerian PUPR pada 2022 akan fokus pada upaya optimalisasi, pemeliharaan, pengoperasian, dan rehabilitasi. Hal ini untuk memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat yang maksimal.

Basuki juga menyoroti pentingnya peran konsultan pengawas untuk memastikan pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan spesifikasi. “Setiap rupiah yang kita investasikan harus dipertanggungjawabkan dengan menunjukkan apa yang sudah kita bangun agar bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Basuki.




Source