Menunggu kepastian Italia layak menjadi tuan rumah Piala Eropa

    UEFA meminta kepastian ada penonton selama pertandingan Piala Eropa di Stadio Olimpico, Roma.

    REPUBLIKA.CO.ID, ROMA – Presiden Komite Olimpiade Italia (CONI) Giovanni Malago mengakui bahwa negaranya sedang berjuang untuk mematuhi keputusan UEFA. Ini terkait dengan tugas Italia menjadi tuan rumah Piala Eropa edisi terbaru.

    UEFA meminta jaminan kehadiran penonton di stadion tersebut. Pemerintah Italia terbuka untuk itu. Mereka melibatkan Komisi Teknis Ilmiah (CTS) terkait pengaturan protokol kesehatan. Masalah muncul karena perbedaan tenggat waktu di kedua sisi.

    UEFA menetapkan 7 April sebagai batas waktu bagi Italia untuk mengonfirmasi apakah dapat menjadi tuan rumah atau tidak. Nanti akan ada tiga pertandingan di babak grup, ditambah satu pertandingan perempat final dari Juni hingga Juli 2021. Namun, saat ini, CTS belum bisa menjamin kehadiran suporter di Stadio Olimpico, Roma.

    “Kami ingin kembali ke jalur secepat mungkin, tetapi akan membutuhkan waktu untuk merencanakan segalanya,” kata Giovanni Sepak Bola Italia, Jumat (9/4).

    UEFA menuntut kepastian. Tanah Piza sedang mengerjakan itu. Namun, pandemi Covid-19 membuat segalanya harus diperhatikan dengan cermat.

    Irlandia merupakan salah satu negara yang berisiko kehilangan bagiannya sebagai tuan rumah kompetisi Eropa ini. Pasalnya, pemerintah daerah belum bisa menjamin kehadiran penonton di berbagai arena di Dublin. Kasusnya mirip dengan yang dihadapi Negeri Piza.

    “Masih harus dilihat apakah Roma akan dicopot dari peran sebagai tuan rumah,” kata laporan itu Sepak Bola Italia.

    Jika semuanya berjalan lancar, Italia akan memainkan peran penting. Bukan hanya empat pertandingan yang akan dimainkan di negara itu, tetapi juga upacara pembukaan. Upacara pembukaan direncanakan berlangsung di Roma pada 11 Juni 2021.

    Edisi terbaru Piala Eropa adalah acara yang ditunda. Piala Eropa seharusnya diadakan tahun lalu, tetapi ditunda selama satu tahun karena Covid-19.




    Source