Menyalahi Izin Tinggal, Imigrasi Proses Hukum Seorang WNA Yaman

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Seorang Warga Negara Asing (WNA) berinitial F (53) asal negara Yaman kawasan Timur Tengah, kini sedang ditangani proses hukumnya oleh penyidik Imigrasi Kelas I TPI Sumbawa, menyusul keberadaannya diwilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya di wilayah hukum Kabupaten Sumbawa dinilai menyalahi izin tinggal tanpa dokumen keimigrasian yang jelas, dan untuk memudahkan proses penyidikannya yang bersangkutan kini ditahan pada sel tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Sumbawa.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa Andy Cahyono Bayuadi didampingi Kasi Inteldakim I Made Surya dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB di Kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa Senin siang (10/06) kemarin sesaat dilakukan koordinasi hukum dan penyerahan berkas perkara tahap pertama kasus tindak pidana keimigrasian yang melibatkan tersangka lelaki swasta berinitial F (53) seorang WNA asal negeri Yaman Timur Tengah yang diduga telah melakukan tindak pidana keimigrasian.

Dari hasil penyidikan intensif yang dilakukan penyidik Imigrasi Sumbawa terang Made Surya, tersangka lelaki berinitial F asal Yaman itu, sesuai dengan pengakuannya masuk ke wilayah hukum NKRI melalui transit bandara Soekarno Hatta Jakarta langsung menuju bandara Internasional Ngurah Rai Bali pada tahun 2006 lalu sejak tahun 2006 lalu dan bermukim disebuah Desa di Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa NTB hingga memiliki keluarga (istri) disana.

Namun, berkat informasi yang diperoleh dari masyarakat, akhirnya melalui operasi pengawasan yang dilakukan oleh Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA), dimana setelah belasan tahun bermukim di Kecamatan Alas tersangka berhasil diketahui keberadaannya oleh petugas Imigrasi pada April 2019 lalu, sehingga tersangka disambangi dan langsung diamankan dan dibawa ke Sumbawa Besar untuk proses lebih lanjut, tukas Made Surya.

Dari pemeriksaan penyidikan yang dilakukan terungkap kalau oknum WNA asal Yaman itu sudah belasan tahun lamanya tinggal di Alas dan bahkan telah melakukan perkawinan beberapa kali dengan warga setempat, dan akibat perbuatannya tersangka lelaki F dikenai dan dijerat dengan pelanggaran Pasal 119 UU Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian yakni masuk dan tinggal tanpa dokumen perjalanan dan visa yang sah dan tidak berlaku, ujarnya.

Bahkan, saat tersangka diminta untuk dapat menunjukkan sejumlah dokumen keimigrasiannya justru tidak dapat memperlihatkan dengan alasan telah lama hilang saat terjadi banjir tahun 2006 lalu di Kecamatan Alas, sehingga tanpa ampun yang bersangkutan harus diproses hukum sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku, dengan menjebloskan kedalam sel tahanan Lapas Sumbawa selama 20 hari kedepan sambil menunggu proses hukum persidangan selanjutnya di Pengadilan, dengan ancaman pidana badan dan denda yang cukup berat, papar Made Surya.

“Status kewarganegaraan tersangka lelaki berinitial F ini telah dilakukan koordinasi dengan kedutaan besarnya di Jakarta, dengan hasil memang benar yang bersangkutan adalah WNA asal Yaman, sehingga nanti jika proses hukumnya tuntas dan yang bersangkutan menjalani masa tanahan atas pidana badannya selesai (keluar) dari penjara, maka tentu pihak Imigrasi Sumbawa sesuai dengan ketentuan dan aturan perundang-undangan yang berlaku, selanjutnya akan melakukan deportasi memulangkan yang bersangkutan kenegara asalnya,” pungkas Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa Andy Cahyono Bayuadi mengakhir keterangannya.(Gad)