Meriahkan Festival Pesona Moyo 2018, Pemda Gelar Main Jaran di Angin Laut

Moyo Utara, Gaung NTB
Main jaran atau Pacuan Kuda sebagai rangkaian Festival Pesona Moyo Tahun 2018 berlangsung di Kerato Angin Laut Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara, Sabtu (22/09) Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, Kadis Parawisata beserta istri, pimpinan kepala OPD, dan Camat Moyo Utara beserta para peserta pacuan kuda.
Wakil Bupati Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Main Jaran atau Pacuan Kuda  sebagai rangkaian dengan FESTIVAL PESONA MOYO yang juga dirangkaikan dengan Sail Indonesia Moyo Tambora.
Dalam pelaksanaan Main Jaran, jelasnya setiap pembukaannya selalu sepi dan di penutupannya pasti ramai dan itu merupakan ciri khas dari pacuan kuda ini.
Di wilayah Moyo Utara dan Moyo Hilir ini menurut H Mo—sapaan Wakil Bupati Sumbawa, rata rata kepala desa nya penggemar  Main Jaran. Mulai sekarang yang perlu dipikirkan kata H MO, adalah disiapkan pertandingan Pacuan Kuda  dalam rangka HUT NTB  berikut nya, dari awal diundang semua kabupaten di wilayah NTB ini untuk ikut bertanding dan lebih meriahkan lagi serta  harus sosialisasikan dari sekarang.
“Saya berharap di dalam organisasi Pordasi ini tidak ada lagi perpecahan antara sesama pengurus, mari segera kita selesaikan dan mencari jalan keluar nya dan segera kita adakan pertemuan untuk mendapatkan jalan yang terbaik, sehingga apa yang akan kita harapkan kedepannya ini akan mudah kita capai,” harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H Lalu Moh Faozal SSos MSi menyampaikan  bahwa  kegiatan itu adalah rangkaian dari PESONA MOYO dan yang kedua di dalam kalender Sail Moyo Tambora Pacuan Kuda  salah satu kegiatan yang sudah dilaunching sehingga harus bisa dilaksanakan. “Alhamdulillah bersama pak Wakil Bupati bisa dibuka,” ujarnya
Pada bulan Desember mendatang, dalam rangka HUT NTB akan dilaksanakan lagi dan diharapkan pelaksanaannya lebih baik lagi dengan hari ini. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan sekaligus mohon maaf atas segala kekurangannya dalam pelaksanaan seluruh  Sail Indonesia Moyo Tambora,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan Lalu Moh Faozal, bahwa dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koordinator  Kemaritiman bahwa Sail Indonesia Moyo Tambora adalah yang terbaik di Indonesia.
Sementara itu Kepala Dispora Kabupaten Sumbawa Ir H Junaidi MSi dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan  Pacuan Kuda adalah sebagai upaya pelestarian budaya masyarakat Sumbawa dan sekaligus sebagai ajang promosi daya tarik wisata unggulan daerah, yang terselenggara atas kerjasama Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa dan Dinas Pariwisata Provinsi NTB.