Mima Café di Empang, Menu Kopi dan Kuliner Internasional Idaman Wisatawan

Sumbawa Besar, Gaung NTB

Sebagai kawasan biosfer dunia, Teluk Saleh dengan keberadaan destinasi ekowisata hiu paus di Desa Labuhan Jambu, kecamatan Tarano  menjadi lahan bisnis kuliner yang menggiurkan. Disekitar pantai, olahan makanan laut seperti ikan bakar seolah tak pernah padam diburu wisatawan. Masyarakat sekitar mendapatkan berkah dan kesempatan membuka usaha dari jenis warung tenda, lapak kuliner dan rumah makan.

Namun, jika wisatawan ingin menikmati suasana berbeda nan unik setelah mengunjungi wisata hiu paus, maka mampirlah dan mencoba menu istimewa bertaraf internasional di Mima Café.

Lokasinya strategis di jalan raya lintas Bima desa Empang bawah kecamatan Empang, Sumbawa cukup mudah terdeteksi dimesin google maps. Jika perjalanan anda menggunakan jalur darat sepeda motor atau mobil dari ekowisata hiu paus maka untuk sampai di Mima memerlukan waktu 45 menit.

Bangunannya unik, mengangkat budaya lokal Sumbawa terbuat dari kayu jati menjadi daya tarik tersendiri. Seringkali wisatawan mancanegara mampir sekedar menyeruput kopi Vietnam, Americano, Korea dan bermacam jenis kopi dan minuman khas Indonesia ditemani makanan ringan maupun berat seperti kentang goreng, burger, spageti, ayam bakar, ikan bakar, cumi goreng tepung, ditemani nasi hangat dan bermacam varian sambal begitu menakjubkan. Sementara, bagi kantong milenial tak perlu khawatir, Mima Café juga menyediakan menu murah meriah sehingga tempat ini selalu ramai dikunjungi kaula muda.

Malik Salim pemilik Café kepada Gaung NTB mengungkapkan tahun 2018 adalah tahun pertama usahanya dirintis.

Saat even Sail Moyo Tambora tahun 2018 juga sambungnya, belasan tamu mancanegara juga mampir merasakan kelesatan menu di Mima Café.

Ia menyebutkan, belum ada Café sebagai tempat makan dan nongkrong yang nyaman di desa Empang padahal banyak destinasi pariwisata.

Disamping itu, ia juga melihat potensi wisata SAMOTA (Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora) termasuk destinasi hiu paus di Labuhan Jambu yang cukup dekat dengan tempat tinggalnya di Empang.

Bahkan, ada juga peluang pasar dari perjalanan para tour biker sepeda motor dari Jawa dan touris menuju Pulau Komodo Labuhan Bajo Nusa Tenggara Timur yang menggunakan jalur darat karena jaringan luas yang dimiliki seorang Malik Salim tempat ini selalu direkomendasikan banyak wisatawan karena memang pelayanannya maksimal.

Kedepan diharapkan wilayah Samota bisa seperti kawasan Ubud di pulau Bali, yang sukses menjadi destinasi kuliner (gastronomi) dunia tersertifikasi internasional UN World Tourism Organization (UNWTO) atau dalam bahasa Indonesia menjadi Organisasi Pariwisata Dunia tentu dengan kerjasama yang apik dari semua sektor baik pemerintah, swasta maupun masyarakat. (Gks)