Minggu Depan Ganti Rugi Lahan Pasar Seketeng Dicairkan

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pembenahan pasar Seketeng yang lebih representatif kedepan sudah sejak lama menjadi program yang diprioritaskan penanganannya oleh Pemda Sumbawa, dimana pasca terjadinya kebakaran ratusan pedagang pasar Seketeng itu rencananya akan segera dilakukan pemindahan (Relokasi) kelokasi alternatif tempat jualan sementara dikawasan lokasi Taman Kerato di Kecamatan Unter Iwes, dan saat ini Pemda Sumbawa melalui Bagian Pertanahan Setda Sumbawa sedang melakukan proses terhadap ganti kerugian atas sejumlah bidang lahan milik pengusaha/pedagang yang terkena dampak bagi pembangunan pasar Seketeng itu kedepan, dan pekan depan untuk tahap pertama suda bia dilakukan pencairannya, ungkap Kabag Pertanahan melalui Kasubag Pengadaan Tanah Setda Sumbawa Surbini SE MM dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Jum’at siang (08/02) kemarin.
Untuk membebaskan sebagian lahan milik warga masyarakat (Pengusaha/Pedagang) yang terkena dampak bagi pembangunan pasar Seketeng tersebut terang Surbini, panitia pengadaan tanah Pemda Sumbawa telah melakukan pengukuran bidang tanah sebanyak 39 bidang dengan jumlah nilai ganimkerugian yang layak sesuai dengan hasil perhitungan dan penilaian cermat dilakukan lembaga independen (Appraisal) mencapai angka sekitar Rp 9,2 Miliar dengan menggunakan bantuan dana APBD tahun 2019, dan hal ini telah disetujui berdasarkan kesepakatan bersama dengan pemilik lahan tanah dimaksud dan saat ini sedang dilakukan proses bagi pembayarannya.
Dari hasil evaluasi yang dilakukan atas 39 bidang tanah dimaksud, 12 bidang diantaranya telah dinyatakan lengkap berkas administrasinya, sehingga hari Jum’at ini kami sudah bisa membuat SPP dan SPM-nya, dengan jumlah nilai anggaran yang siap dicairkan mencapai Rp 2.745.000.000, sehingga minggu depan sudah bisa masuk kedalam rekening masing-masing pemilik lahan (yang berhak), sedangkan sisanya sebanyak 27 bidang masih dalam proses melengkapi berkas administrasinya, dan jika sudah tuntas nantinya tentu akan dilakukan pembayaran dan pencairannya menyusul, tukas Surbini.
Surbini juga mengungkapkan, kalau dari 39 bidang tanah pasar Seketeng itu, ternyata masih ada 2 (dua) orang pemilik tanah yang keberatan dengan harga ganti rugi yang telah ditetapkan oleh Appraisal dimaksud, dengan meminta harga yang lebih tinggi, dalam hal ini tentu panitia pengadaan tanah tidak dapat memenuhi permintaan tersebut, karena harganya telah ditetapkan oleh Appraisal yang tentunya telah melakukan penilaian dan perhitungan dengan cermat, oleh karena itu kepada dua orang warga pemilik tanah diminta untuk bisa memahami dan menerima apa yang telah menjadi kesepakatan bersama tersebut, ujarnya.
Pembangunan dan pembenahan pasar Seketeng Sumbawa Besar itu diakui memang mendapat sambutan positif dari para pedagang termasuk warga masyarakat sekitar pasar, karena dengan dilakukan pembenahan dan relokasi pasar Seketeng dimaksud, tentu memiliki dampak positif menjadikan kawasan pasar Seketeng lebih bersih, asri, aman dan lebih representatif kedepan, minimal kedepan akan dapat mengurai kepadatan dan kemacetan arus lalulintas yang setiap harinya terjadi didepan maupun dibelakang pasar Seketeng tersebut.
“Oleh karena itu kepada warga masyarakat (pedagang) pemilik lahan tanah yang terkena dampak bagi pembenahan dan relokasi pasar Seketeng tersebut, Pemda Sumbawa menyampaikan atensi dan apresiasi atas dukungannya untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan Pemerintah dan Masyarakat, dan program ini dilakukan oleh Pemda Sumbawa dengan maksud dan tujuan tiada lain bagaimana menciptakan pasar Seketeng Sumbawa yang lebih representatif kedepan,” pungkas Surbini SE MM.