MK Batalkan Pemenang Orient Riwu Kore, Demokrat NTT Minta Semua Kader Terima Berani

    Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

    TRIBUNNEWS.COM, KUPANG – Partai Demokrat NTT menyatakan legowo dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan kemenangan Orient Riwu Kore dan Thobias Uly (paket IE RAI) pada Pilkada Kabupaten Sabu Raijua pada Desember 2020.

    Partai Demokrat dan PDIP merupakan dua partai yang mengusung pasangan calon bupati Orient Riwu Kore dan calon wakil bupati Thobias Uly (Paket IE RAI) dalam pencalonan kepala daerah Sabu Raijua.

    “Kita ikuti saja aturannya, kita harus patuhi. Mahkamah Konstitusi bilang begitu, kita tegak. Nyata tidak mungkin,” kata Ketua DPD Demokrat Nusa Tenggara Timur, Jefri Riwu Kore, saat menghadiri acara pelepasan bantuan. di kantor DPRD Gerindra, NTT, Minggu (18/4/2021).

    Baca juga: Rencana PDIP untuk menggugat putusan Mahkamah Konstitusi terkait Orient Patriot Riwu Kore, itu alasannya

    Jefri enggan memberikan komentar lebih lanjut terkait proses ini. Ia hanya meminta seluruh kader menerima keputusan ini dengan lapang dada.

    Dalam sidang putusan yang berlangsung pada Kamis, 15 April 2021, Mahkamah Konstitusi membatalkan kemenangan Paket IE-RAI dalam Pilkada Sabu Raijua 2020.

    Dalam putusannya, majelis hakim mengabulkan sebagian permohonan penggugat untuk membatalkan sebagian putusan KPU Kabupaten Sabu Raijua Nomor: 342 / HK.03.1-kpt / 5320 / KPU-Kab / XII / 2020 tentang rekapitulasi hasil penghitungan suara. untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu. Raijua tanggal 16 Desember 2020.

    Selain itu, keputusan ini juga memerintahkan KPU untuk mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut 2 untuk mengikuti pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sabu Raijua dan membatalkan keputusan KPU tersebut.

    “Mahkamah Konstitusi berpendapat bahwa pemungutan suara ulang harus dilakukan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua 2020 dengan hanya memasukkan dua pasangan calon saja, yaitu Pasangan Calon Nomor Urut 1, Nikodemus N. Rihi Heke, M .Sc. Dan Yohanis Uly Kale beserta Pasangannya. Calon Nomor Urut 3, Ir. Diambil Radja Pono, M.Si, dan Herman Hegi Radja, “kata hakim di Mahkamah Konstitusi itu.

    Ketua KPU NTT Thomas Dohu mengatakan hal itu harus dilakukan oleh KPU selaku penyelenggara.

    Sifat putusan MK harus dilaksanakan oleh KPU, kata Thomas Dohu, Jumat (16/4/2021).

    Baca juga: MK Membatalkan Kemenangan untuk Orient Patriot Riwu Kore, Pilkada Sabu Raijua kembali digelar

    Ia menegaskan, untuk memastikan pelaksanaan PSU sesuai batas waktu yang ditentukan, KPU Sabu Raijua perlu mengoordinasikan dukungan anggaran termasuk koordinasi terkait kondisi bencana di daerah.

    “Hasil koordinasi tersebut akan menentukan kapan waktu pelaksanaan PSU dan waktu PSU tidak boleh melebihi batas waktu 60 hari tersebut,” ujarnya.

    Artikel ini telah diterbitkan pada pos-kupang.com dengan judul Terkait putusan MK PSU Pilkada Sabu Raijua, Ketua DPD Demokrat NTT: Kami Legowo




    Source